Tebing Keraton, Cimenyan, Bandung

6
1210
Alarm yang aku pasang udah berbunyi, mata rasanya juga baru merem. Tapi demi kalian Gaes aku bela belain bangun subuh. Hawa dingin kota Bandung sangat terasa, sebelum mempersiapkan diri untuk berangkat, aku membuka jendela kamar dan melihat ke langit, begithu melihat bintang bertaburan langsung refleks aku tersenyum alias happy karena pertanda tidak mendung cuacanya.
Tepat pukul 05.00, berangkat untuk menjemput teman yang asal Jakarta tapi sekarang menetap di Bandung. “Clay” panggilan nya, jangan dibayangkan kalau keturunan bule atau gimana, tapi memang ybs asli orang Indonesia hehe…sebenernya ybs juga belum pernah ke tujuan kali ini, tetapi setidaknya sudah tahu arah jalan nya. Nah bayangkan kalau aku pergi sendiri, yang ada malah nyasar nggak tahu ke mana….
Oiya udah pada baca judul nya khan, jadi pasti semua sudah tahu tujuan  kali ini ke mana, iya benar sebuah lokasi wisata yang tahu tahu menjadi hits karena banyak para traveler yang post di sosial media dengan gaya selfie di atas ketinggian, rasa penasaran juga yang menggiring aku ke sini.
Jalanan masih relatif sepi, dengan mengambil arah Dago Atas dan patokan belokan sebelum Hutan Rakyat Bandung segera kami meluncur. Hanya memerlukan waktu sekitar 45 menit dengan rute yang penuh tanjakan dan sebagian jalan sedikit rusak. Akhirnya sampai juga di jalanan yang sedikit menyempit penuh dengan mobil dan motor yang diparkir, pertanda aku juga harus memarkir mobil. Begithu turun, langsung beberapa orang menawarkan jasa ojek untuk mengantar ke atas, tanpa sengaja aku membaca jarak tempuh nya sekitar 2,5 km. Tanpa berpikir panjang kami memutuskan untuk menggunakan jasa ojek tersebut. Medan yang ditempuh harus nya lebih cocok dengan motor trail, karena kondisi nya memang rada membahayakan buat yang belum biasa menghadapi rute tanjakan berbatu dan sedikit licin karena ada yang basah karena embun atau luapan air entah datang nya dari mana.
Sambil berbincang dengan tukang ojek, aku dapat informasi bahwa para pengunjung lain nya ada yang sudah datang sejak pukul 5 pagi, apalagi saat week end jumlahnya bisa beberapa kali lipat dari hari biasa, ini juga aku buktikan sendiri karena ketika sampai terus turun dari ojek, sudah nampak loket tiket masuk dipenuhi para pengunjung.
Setelah proses beli tiket beres (eits ada yang unik dan komersil nih, karena harga tiket masuk antara wisatawan domestik dan asing dibedakan dengan beda yang cukup jauh juga). Ya sudah…nggak usah ikut kaget, yg penting sekarang kita lihat ada apa di tebing ini. Jalanan setapak yang sudah disediakan, hanya sedikit menanjak tapi tidak seberat dahsyatnya naik ojek tadi. Sambil jalan santai, ada papan pemberitahuan yang menarik perhatian ku, bukan nya ucapan selamat datang melainkan adalah semacam tata tertib buat pengunjung yang berisi larangan atau hal hal yang tidak boleh dilakukan, salah satunya tercantum: dilarang melakukan asusila (maksiat). Miris juga bacanya, sampai sebegitu kah moral bangsa kita. Jawaban nya tentu di masing masing pribadi kita.
Jalur trekking yang sangat mudah dan cukup nyaman dikarenakan udara sekitar masih segar, aku segera mengeluarkan kamera dan berbaur dengan pengunjung lain nya yang sudah sibuk dengan aksi dan gaya sesuai keinginan mereka. Dan jujur, ketika aku melihat pemandangan tebing keraton ini, decakan kagum layak keluar. Perpaduan pepohonan hutan yang masih asri, bebatuan tebing dan kabut serta terpaan matahari, menjadikan sebuah kombinasi tak terkatakan. Aku juga mengambil beberapa spot foto yang memang “hits”

Selesai dengan aktifitas berfoto ria, aku mulai memperhatikan sekeliling sambil menikmati view yang tidak membosankan sambil mendengarkan celoteh pengunjung yang sebagian besar sibuk mengarahkan gaya teman teman nya saat akan berpose. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah lokasi ini sebenarnya juga rawan longsor dan kadang ada beberapa orang yang ingin mengambil foto dngan extreem sehingga dari sisi keselamatan juga membahayakan.

Tak terasa aku sudah berada di sini selama 1,5 jam saat nya sekarang harus balik. Sebuah kenangan tentang Tebing Keraton pasti tak terlupakan. Dan satu kalimat dari aku: Finally, i am here…

Tips dari akoe:

  • Sebaiknya datang ke Tebing Keraton, saat cuaca bagus dan waktunya sepagi mungkin, dan kalau memungkinkan jangan ambil pas week end, karena terlalu banyak pengunjung, sehingga kita juga harus begantian saat mengambil foto
  • Meskipun pemandangan tebing ini sangat indah apalagi kalau kita berani mengambil foto dengan lebih berani, tapi yang paling utama adalah keselamatan
  • Gunakan jasa ojek saat mau naik ke atas, dan untuk pulang nya bisa jalan kaki saja, karena tanjakan nya cukup lumayan dan jaraknya jauh juga

Biayanya apa saja Gaes:

  • Untuk biaya parkir dikenakan Rp. 5.000,- per mobilnya, kalau naik sepeda motor bisa langsung naik ke atas tebing dan tentunya baru bayar di atas
  • Kalau mau menggunakan jasa ojek, sekali trip kalian harus bayar Rp. 30.000,-
  • Tiket masuk dengan tarif Rp. 11.000,- tapi kalau untuk wisatawan asing harus membayar Rp. 76.000,-

Deep inside of my heart:

  • Sedikit yang rada mengganggu dari fasilitas di sini adalah kamar mandi umum, kotor dan pada saat aku ke sini pintu nya rusak tidak diperbaiki
  • Saat jalan pulang tanpa sengaja berbarengan dengan dua ibu ibu yang sedang berangkat untuk mencari rumput, dan sambil ngobrol keluar curhatan dari mereka. Gara gara Tebing Keraton ramai pengunjung yang ada sekarang jalanan di sekitar rumah mereka rusak. Hal ini sering terjadi di Indonesia, dimana suatu perkembangan pariwisata terkadang malah tidak menyentuh warga sekitar nya. Harusnya ada dinas terkait yang harus peka tentang masalah ini, sehingga tidak ada pihak pihak tertentu yang merasa dirugikan bahkan tidak merasa happy.
SHARE
Previous articleCurug Cipendok, Cilongok Banyumas
Next articlemiss Bee Providore, Bandung
Hidup adalah sebuah perjalanan. Sebuah perjalanan selalu memberikan makna yang mendalam. Percaya atau tidak, datang ke destinasi yang sama sekalipun, kalian akan selalu mendapatkan cerita yang berbeda. Jadi jangan pernah merasa bosan untuk melakukan perjalanan, terus melangkah dan bagikan pengalaman kalian kepada orang lain, layak nya aku seorang KoperTraveler

6 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here