Uji Kesabaran di Teluk Kiluan

3
947

Teluk Kiluan adalah sebuah tempat wisata yang terletak di Desa Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Lampung Selatan, Sumatera atau berjarak sekitar 80 kilometer dari pusat kota Bandar Lampung. Tempat ini merupakan tempat migrasi bagi sekumpulan ikan lumba-lumba jenis mulut botol.

Sekilas saat membaca narasi penawaran dari sebuah open trip di website komputer kantor, penasaran jadinya. Karena pertama belum pernah ke Lampung, kedua ingin tahu teluk yang selama ini menjadi tujuan wisata teman teman traveler yang lain. Paket yang ditawarkan sebenar nya ada tujuan yang lain juga seperti Laguna Bandung Jaya, Pulau Kelapa dan snorkling, tapi yang menjadi daya tarik lain nya adalah membayangkan bertemu dengan lumba lumba.


Jumat malam selepas jam kantor, aku bergegas naik Ojek menuju tempat meeting point di Slipi Jaya, jadwal yang telah ditentukan adalah pukul 19.00. Sampai di sana masih 30 menit lebih awal, aku manfaatkan buat makan malam, sambil menunggu peserta yang ikut bergabung dalam trip ini. Setelah koordinasi melalui whats app, ditentukan lokasi fix dimana akan bertemu, perkenalan singkat terlebih dahulu satu dengan lain nya, selanjutnya  bergegas menuju ke depan jalan raya untuk mencari bus umum dengan tujuan ke Merak. Menunggu kurang lebih 30 menit, lama juga ya hehe…hal ini dikarenakan jam pulang kantor dan week end pula. Dari Slipi menuju Merak ditempuh dalam waktu sekitar 2.5 jam, lumayan juga sambil menikmati alunan musik yang tidak gratis dari pengamen jalanan bersuara keras plus cempreng, tapi aku benar benar menikmati kondisi ini, terkenang saat masa kecil dulu diajak ortu naik bus omprengan dari Malang ke Surabaya…eitsss kok malah nostalgia dibawa bawa hehe…sorry Guys…

Sekitar jam 11 malam, aku sampai di Pelabuhan Merak, dan ini pertama kalinya menjejakkan kaki di sini, cukup ramai juga, sehingga harus waspada juga dengan barang bawaan. Sejam kemudian setelah urusan beli tiket kelar dan membeli beberapa keperluan di mini market, aku masuk ke dalam kapal ferry. Perjalanan selama kurang lebih 2.5 jam untuk menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni.
Suara peluit panjang dari Ferry dan pengumuman dari petugas di dalam kapal, mengisyaratkan kita untuk berhati hati turun dari kapal, team leader dari open trip melakukan koordinasi dengan mobil Elf yang bakal mengantar kita ke lokasi Teluk Kiluan. Perjalanan cukup panjang didalam mobil benar benar terasa, sebagai gambaran saja daripada kalian juga mikir kapan sih ketemu lumba lumba nya hehe, jadi dari Bakauheni ke Lampung sekitar 3 jam ditambah dari kota Bandar Lampung ke Dermaga Teluk Kiluan kurang lebih 4 jam. Jadi sudah terbayang untuk melihat sesuatu yang aku inginkan perlu sehari perjalanan.
……
Bangun pagi sesuai kesepakatan semua, dan aku pasang alarm satu jam dari waktu yang ditentukan (04.30). Saat alarm berbunyi, aku beranjak dari kasur tapi lamat lamat  terdengar ada suara gemericik air, aduh benar juga ternyata itu suara hujan. Perasaan bercampur aduk karena bisa kebayang, kondisi laut kalau hujan pasti lebih membahayakan, ditambah lagi waktu untuk di sini tidak bisa diperpanjang, karena sudah menyesuaikan jadwal. Sambil berharap harap cemas, teman teman yang lain juga mulai resah. Untungnya ketika jam menunjukkan pukul 07.15 langit mulai sedikit tersenyum dan matahari menyeruak dari sela sela awan yang gelap. Serta merta semuanya menuju bibir pantai untuk naik ke perahu yang membawa ke lokasi tempat lumba lumba berada. Satu perahu hanya diperbolehkan untuk 3 orang, padahal kapasitas biasanya bisa 6 orang, hal ini atas pertimbangan keamanan dan keselamatan karena kita akan berada di tengah laut lepas.
Seperti yang sering aku bilang, apapun kondisinya kita harus selalu bersyukur, dan benar saja saat perahu mulai mengarah ke laut lepas, melewati jajaran batu karang di samping kiri kanan, ada cahaya pelangi yang nampak jelas di awan, dan tentu saja fenomena alam ini tidak akan bisa kita lihat kalau sebelumnya tidak terjadi hujan.

Puas melihat pelangi, perjalanan dengan perahu gethek dilanjutkan, cuaca sedikit kurang bersahabat, karena arah depan aku justru masih terlihat awan hitam menyelimuti langit, dan sesekali terasa percikan air mengenai badan, susah membedakan apakah ini efek deburan ombak atau rintik hujan, aku hanya fokus melihat air laut dan berharap ada lumba lumba yang muncul, serombongan perahu yang tadinya nampak berbarengan sekarang terpisah satu dengan yang lain nya, ternyata setelah aku tanya, jawaban dari bapak pengemudi perahu lokasi lumba lumba berpindah dan tidak sama dengan kemarin. Pencarian membutuhkan kesabaran dan nyali tentunya, karena cuaca yang tidak menentu, air hujan sekan dibawa oleh angin. Teman di perahu malah pengen cepat balik karena mungkin nyali nya kecil dan posisi duduk dia yang paling depan.
Perahu berputar ke sana ke mari, salut buat semangat dari bapak pengemudi perahu yang memang mengusahakan untuk sampai ketemu dengan lumba lumba. kurang lebih 45 menit situasi was was dirasakan, tetapi untunglah terdengar dari kejauhan ada teriakan teriakan rombongan lain, dan dengan sigap perahu memutar arah menuju keramaian tersebut dan memang benar beberapa perahu sudah menemukan lokasi di mana lumba lumba hari itu berkumpul, dari kejauhan aku juga sudah bisa melihat sekumpulan ikan yang berloncatan keluar masuk air laut. Sangat excited menyaksikan nya dan ini sebuah pengalaman yang menjadi sebuah memori indah dan tak terlupakan. Meskioun sulit untuk mengabadikan secara jelas saat lumba lumba tersebut muncul di permukaan air, tapi aku berhasil mengambil beberapa gambar yang jujur aku perbesar supaya teman teman bisa melihat betapa lucu wajah lumba lumba dari dekat….Rasa capek, galau, cemas, was was semuanya terbayar di Teluk Kiluan….
My Personal Tips :

  • Barang bawaan sebaiknya di packing sepraktis mungkin, karena perjalanan yang memakan waktu cukup lama dan ber pindah pindah kendaraan. 
  • Usahakan membawa tas anti air untuk menyimpan gadget atau kamera yang kalian bawa, mengingat banyak kegiatan yang berhubungan dengan pantai atau laut
  • Kalau memungkinkan membawa cemilan baik roti maupun biskuit, jangan ragu ragu untuk dibawa, karena di Teluk Kiluan selain jarang toko kelontong, di samping itu harganya cukup mahal
Biaya nya apa saja Guys :

  • Sebenarnya saat ikut open trip yang dihandle oleh travacello.com biaya yang aku bayar Rp. 750.000,- all in termasuk transport, perahu gethek, hotel dan makan, cukup murah sih. Tapi kalau penasaran akan biaya biayanya boleh lah disimak di bawah ini
  • Bus dari Slipi Jaya ke Merak Rp. 30.000,- Ferry dari Merak – Bakauheni Rp 15.000,- Dari Bakauheni ke Teluk Kiluan, harus menyewa mobil yang disesuaikan dengan jumlah peserta yang ikutan, Sewa Kamar semalam Rp. 300.000,- bisa masuk 4 orang. Untuk makan termasuk dalam paket menginap 
Deep from my heart :

  • Seringkali ikut serta dalam open trip, dan pada saat daftar aku sendirian tanpa teman, tetapi selalu yakin kalau bakal bisa lebur dengan teman teman yang lain, dan memang benar kebanyakan traveler yang sudah biasa ikutan open trip, orang nya asik dengan toleransi yang tinggi. 
  • Mengejar lumba lumba di Teluk Kiluan dalam arti kiasan, memberikan aku banyak pelajaran di antaranya : 
  1. Cuaca buruk, pada saat pagi itu hujan deras, menguji ku untuk bisa pasrah kepada sang pencipta dan menyerahkan agar diberi yang terbaik.
  2. Di balik cuaca yang buruk, justru mendapat hikmah bisa melihat keindahan, yaitu pelangi yang muncul setelah hujan turun
  3. Kegigihan pengemudi perahu gethek untuk mencari lokasi lumba lumba, dimana setiap hari akan berpindah pindah, dan niat yang tulus untuk menunjukkan bahwa di Teluk Kiluan memang “ada” banyak ikan tersebut
  4. Terakhir dan pasti jadi pegangan buat aku, kesabaran menurut semua orang ada batas nya, memang benar adanya. Tetapi sejauh apa kita bisa bersabar dan batas nya adalah kita yang menentukan.

SHARE
Previous articleGetLost Gunung Kidul
Next articleMonarchy
Hidup adalah sebuah perjalanan. Sebuah perjalanan selalu memberikan makna yang mendalam. Percaya atau tidak, datang ke destinasi yang sama sekalipun, kalian akan selalu mendapatkan cerita yang berbeda. Jadi jangan pernah merasa bosan untuk melakukan perjalanan, terus melangkah dan bagikan pengalaman kalian kepada orang lain, layak nya aku seorang KoperTraveler

3 COMMENTS

  1. Nah, aku udah ke sini bertahun-tahun yang lalu, asyik emang lihat lumba-lumbanyaa..
    Dulu sih ngampar-ngampar geje gitu di pantai, terus naik perahu jukung (mz, namanya bukan gethek, lha kalau gethek bukannya artinya rakit?)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here