GetLost Gunung Kidul

4
574
Mendengar kata Gunung Kidul, pasti terpikir trip kali ini adalah pendakian ke beberapa gunung. Karena setiap aku mengajak teman buat bergabung, pertanyaan awal adalah lintasan nya susah nggak, berapa jam naik nya …. Halloooo…supaya ke depan nya semua teman teman nggak salah duga, maka aku mau berbagi pengalaman lagi tentang perjalanan dengan Majalah Get Lost yang tetap dipersembahkan #untukalam, merupakan hastag andalah dari sponsor jalan jalan ini yaitu; Teh Kotak (sedikit ngiklan gpp ya Guys, siapa tahu aku bisa disponsori jalan jalan juga hehe…ngarep.com)

DAY 1…
Bukan GetLost kalau nggak bisa ngumpulin peserta di hari pertama dalam rangka explore Gunung Kidul dilakukan pagi pagi banget. Batik Air flight pukul 05.40 menjadi pilihan pesawat yang membawa kita menuju Yogyakarta, berarti 2 jam sebelum nya seperti biasa registrasi sudah dibuka, satu persatu peserta berdatangan dan saling berkenalan. Oiya, sebagian peserta sudah ada yang berangkat sehari sebelum nya, termasuk aku yang ingin melihat keindahan Kalibiru, Kulon Progo tetapi tidak termasuk dalam itenarary trip. (tenang aja, untuk rute itu aku akan bahas di tulisan tersendiri, daripada malah menuai protes di sini hehe…)

Kumpul di Bandara Soekarno Hatta

Masih nampak sekali kalau wajahnya pada ngantuk, dan begitu naik ke dalam pesawat (menurut info yang dapat dipercaya) semua peserta mengambil posisi masing masing dengan atribut penutup wajah karena mau langsung tidur dan terlepas dari gangguan “paparazi” jahil yang suka iseng mengambil foto saat sedang tidak siap berpose alias pose natural yang jelek banget. (ini curcol, karena aku seringkali kena yang seperti ini). Bener juga meskipun hanya sejam beristirahat di dalam pesawat, saat peserta sampai di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, wajah cerah dan sumringah sudah tersaji dalam jepretan sang fotografer andalan.

Mejeng depan Batik Air di Bandara Adi Sucipto

Proses bagasi tidak terlalu lama, segera semua peserta masuk ke dalam bus pariwisata yang telah disediakan, aku dan 4 orang teman yang sudah berangkat duluan menunggu di pinggir jalan yang bakal dilintasi. Melihat bus berwarna oranye, seperti warna kesukaan aku dan kendaraan berbentuk roti mulai merapat menghampiri kami, sudah jelas ini awal buat semuanya untuk menikmati perjalanan selama 2 malam 3 hari di kawasan Gunung Kidul. Sebelum tujuan wisata yang pertama, kita mampir ke tempat makan untuk mengisi perut yang sudah sedikit keroncongan, pesan dari Mas Anton sang tour leader dan photographer, harus makan banyak karena setelah ini akan melakukan kegiatan yang sangat adventure…wow penasaran juga nih.

Sarapan Sop Ayam

Menu Sop ayam dan tentu minuman nya Teh Kotak yang menjadi teman setia selama trip ini, membuat semua peserta menjadi lebih semangat. Selain itu ada khabar gembira, karena lokasi tujuan masih sekitar 2 jam dari kota, jadi masih bisa istirahat lagi, menyambung rasa kantuk saat bangun subuh tadi.
Tak terasa, tahu tahu bus sudah berhenti di pelataran parkir yang berada di kawasan Gunung Kidul, tepatnya di Kalisuci, ternyata untuk sampai ke lokasi wisata ini tidak bisa menggunakan mobil besar melainkan harus dengan yang ukuran kecil. Begitu melihat mobilnya terasa makin excited karena ternyata mobil pick up terbuka, apalagi setelah naik di atas dan mobil mulai berjalan di atas jalanan yang boleh dibilang tidak rata, teriakan riuh dari semuanya tak berhenti sampai di tujuan

Pemberhentian Kalisuci
Pick up ke Goa Jomblang

Begitu sampai di lokasi wisata yang namanya Goa Jomblang, semua peserta langsung mendapat pengarahan dari pemandu setempat, karena untuk masuk ke dalam Goa, kunci yang terpenting adalah keamanan, oleh karena nya kita harus menggunakan beberapa perlengkapan standard yang wajib, seperti misalnya: sepatu boat plastik, helm, dan pengikat di badan saat turun ke kedalaman 60 meter. Excited banget karena rutenya masih bekas hujan dan sedikit becek, sehingga perlu usaha yang tidak mudah untuk bisa masuk ke dalam nya dan bertemu dengan “Cahaya Surga”yang menjadi unggulan dari goa ini, tapi syukurlah meskipun cuaca tidak cerah banget, tapi kita masih bisa mengabadikan moment yang tak terlupakan.

Cahaya Surga
Goa Jomblang

Setelah berada di dalam Goa sekitar 2 jam, sudah waktunya semua peserta harus kembali ke atas, puas menikmati pemandangan yang boleh dibilang beda dari biasa yang kita lihat, di samping itu rasa lapar juga sudah kembali menyerang hehe…Alhasil sesampai di atas, menu makan siang yang sudah disediakan dengan lauk ayam goreng dan sayur terasa enak sekali dan ludes dalam sekejap. Selesai makan, sempatin mandi dan berganti pakaian, karena selain keringat yang menempel di badan, baju juga sudah kotor.
Perjalanan dilanjutkan ke lokasi kedua di hari pertama, yaitu Keraton Ratu Boko, di mana di tempat ini terdapat taman besar dengan candi, sedianya tujuan kemari adalah untuk melihat sunset, tetapi sayang nya cuaca yang tidak mendukung, sampai di lokasi sudah mendung dan ketika masuk ke dalam malah mendapat guyuran hujan yang cukup deras, tapi meskipun kondisi seperti ini, tidak menyurutkan kenarsisan semua peserta.

Keraton Ratu Boko

Hari sudah menjelang gelap, perjalanan dari sini ke kota jogja masih cukup panjang, maka segera diputuskan untuk kembali ke bus dan menuju hotel di mana selama 2 malam ini akan kita tempati. Hotel 101 yang berada di dekat Tugu Jogja menjadi pilihan dari pihak Getlost, termasuk baru dengan jarak ke Malioboro meskipun tidak terlalu dekat tapi aku masih ngerasa Ok untuk jalan kaki. Setelah makan malam, karena hujan juga masih belum mau berhenti, kebanyakan peserta setelah acara makan malam, memutuskan untuk tidur karena besok juga masih banyak aktifitas.

Tugu Jogja
1O1 Hotel

DAY 2…
Sarapan pagi di hotel, sedikit galau karena melihat cuaca Yogyakarta yang kurang bersahabat, belum hujan tapi mendung sudah menggantung. Tapi perjalanan tetap dilanjutkan, jam 08.00 start menuju ke arah Gunung Kidul, tapi tujuan awal hari ini adalah ke Air Terjun Sri Gethuk, sama seperti kemarin rutenya, bus berhenti di pelataran parkir dan untuk menuju lokasi, kita harus berpindah ke mobil pick up terbuka.
Sampai di air terjun untung nya belum hujan, tapi akibat kemarin curah hujan nya cukup besar jadinya air sungai nya menjadi bewarna coklat keruh dan arusnya besar sekali, sebenarnya kalau kondisi cuaca bagus, kita bisa meloncat dari ketinggian dan nyebur ke sungainya. Lagi lagi, kita mencari alternatif lain dengan mengambil foto di depan air terjun dan menikmati kuliner khas Gunung Kidul yang banyak dijual di sini.

Air Terjun Sri Gethuk

Perjalanan dilanjutkan dengan explore beberapa pantai yang ada di Gunung Kidul, sesuai rute yang sudah ada di jadwal, kita bakal mengunjungi Pantai Ngobaran, Pantai Indrayanti dan Pantai Krakal. Hampir semua pantai di sini berombak besar, karena masih dalam jalur pantai Selatan, sehingga lebih layak dipakai untuk foto dan belum ada spot snorkling dari yang kita kunjungi. Tapi setiap pantai memang mempunyai keunikan masing masing.

Tebing Pantai Ngobaran
Pantai Krakal

Explore pantai telah selesai, rombongan bergegas untuk balik ke kota Gudeg, karena seperti direncanakan sebelumnya, kita akan balik ke hotel dulu baru berangkat lagi untuk melihat entertaint show yang ada di Mirota, semacam kabaret tapi dengan gaya khas Yogyakarta dan sarat hiburan. Tetapi ada kendala jalanan macet sehingga diputuskan untuk langsung ke lokasi acara tanpa perlu mampir hotel.
Show yang ditonton dengan sekaligus menikmati makan malam, sajian tarian dan lipsinc kocak dari tiruan penyanyi terkenal dimainkan oleh lakon yang ada di sana, sangat menghibur, sampai sampai kita tidak bisa menahan tawa dan susah berhenti melihat pertunjukan tersebut

Mirota Kabaret Show

Sisa malam dihabiskan untuk acara bebas, sebagian peserta jalan jalan di seputaran Malioboro, ada yang sekedar duduk nongkrong di cafe sambil mendengarkan musik, duduk makan sambil cobain angkringan Yogya.

DAY 3…
Hari terakhir dari trip kali ini, tapi kegiatan masih ada yang harus dinikmati, sarapan di hotel sekalian check out kamar, karena nanti sore kita harus langsung menuju bandara.
Tujuan pagi sampai siang ini adalah menikmati Lava Tour di Gunung Merapi, ini pertama kali aku kunjungi, ternyata memang seru banget, di mana kita dibagi menjadi beberapa kelompok untuk naik kendaraan Jeep terbuka, masing masing 4 orang. Ada beberapa tempat yang kita kunjungi seperti rumah korban letusan Merapi, melakukan CSR dengan penanaman pohon di lereng gunung, serta merasakan ganas nya jalanan menuju sisi puncak gunung, karena jalanan tidak rata dan sedikit berdebu tetapi sangat excited

Lava Tour

Selesai acara Lava Tour, sebagai penutup perjalanan kali ini sebelum ke bandara, kita semua mampir buat makan siang dan mengunjungi Ulen Sentanu Museum, adalah sebuah museum yang menyimpan berbagai peninggalan dan silsilah dari Keraton Yogyakarta dan Keraton Solo, sayang nya untuk lokasi ini tidak diperbolehkan mengambil gambar, jadinya kita hanya bisa melihat dan menyimak apa yang yang disampaikan oleh tour guide lokal. Dalam perjalanan menuju bandara tak lupa diadakan pembagian doorprice, semua peserta tak terkecuali akan mendapat hadiah, tapi tergantung juga dari faktor keberuntungan hehe…

Usai sudah perjalanan trip kali ini bersama GetLost dan Teh Kotak, banyak kenangan yang sudah didapat, dan pastinya…sampai ketemu di Ora Beach untuk next trip nya….  

My Personal Tips :  

  • Pada saat ke Goa Jomblang dan Air Terjun Sri Gethuk, usahakan menyiapkan baju ganti dan peralatan mandi yang sederhana saja, karena setelah turun dari Goa, pasti akan keringetan dan kotor terkena lumpur 
  • Untuk adventure di Lava Tour sebaiknya membawa masker penutup hidung karena saat perjalanan debunya cukup banyak
  • Bawa kamera untuk mengabadikan moment selama perjalanan, karena dijamin akan nggak berat kalau memang harus menenteng tripod dan lain nya
Type of Expenses :
  • Berhubung aku udah ikutan paket tour Majalah GetLost, jadi sistem nya sudah all in dengan fasilitas pesawat PP dengan Batik Air, menginap di 1O1 Hotel, seluruh tiket masuk dan makan sudah ditanggung juga
  • Tapi buat yang mau ikut itenarary ini damn jalan sendiri yg pasti aku sarankan minimal 4 atau 6 orang. karena pertimbangan sewa mobil dan kamar sharing. Gambaran biaya nya: Tiket PP Jkt – Jogja bisa dapat 800.000 (termurah yo hehe), sewa mobil sehari Rp. 500.000,- Lava Tour dan Goa Jomblang per orang Rp. 450.000,- Hotel di Jogja tergantung fasilitas dan area. Makan murah kok hehe. Jadi udah ada bayangan nya khan?
Deep From my Heart :

  • Meskipun sudah rada telat selesaiin tulisan ini yang pasti nya masih terasa keakraban selama perjalanan bersama kalian semua. Selalu aku bilang dalam setiap perjalanan meskipun destinasinya sama tapi pasti aku akan mendapat cerita yang berbeda.
  • Pertama tama pastinya terimakasih kepada pihak penyelenggara dari majalah GetLost bersama team : Mas Ryan (semoga makin sukses trip nya dan tambah kreatif donk, supaya tidak monoton), Mas Anton Chandra (thank you buat hampir semua foto yang ada di sini adalah jepretan Mas), Mas Marcos (sang juragan, masukan mengenai street fotografinya masuk banget lho, segera dilaksanakan hehe…) Paras dan Mas Yudas (semangat terus yo, semuanya bisa lancar karena kalian pastinya)
  • Kedua yang termasuk dari team Panorama, Mas Robby yang udah ketiga kali ikutan, pasti bisa enjoy dengan perjalanan kali ini, ada cerita lain nggak ya hehe, Sharon, rada pendiam tapi lucu juga karena nggak akan lupa dah expresi mau nangis kamu saat mau masuk ke Goa Jomblang.
  • Sponsor Teh Kotak, Mas Adi dan team nya Mas Allan, top banget dah karena selalu setia menemani kita selama perjalanan, btw ditunggu tanda tangan kontrak nya ya Mas hehe,,,,modus banget dan semoga kebaca ya
  • Buat peserta baru dan yang baru ketemu aku di trip ini, Cik Ling Ling, jangan kapok ikut lagi, tapi kalau ikut berikutanya bawa tester kue nya donk , Mas Miko, rugi sampeyan Mas nggak ikutan lihat Kabaret Show nya di Mirota hehe…, Mas Iwan, cetar membahana yang membuat suasana bus jadi rame dengan segala pokok bahasan, sampai sampai topik tentang pasar jadi perdebatan seru dengan si tacik, Mas Jeffrey yang sudah jadi team keramain di blok belakang, kapan trip bareng lagi ya. Kristo, thanks yo bertahan 2 malam sekamar dengan aku, dengar suara merdu saat aku tidur hehe…yg pasti km “ancur”banget dan pinjaman gopro nya bikin hits juga
  • Sekarang yang udah beberapa kali trip bareng, Mas Sifa, foto foto nya segera aku kirim file aslinya hehe…masih janji hutang nih. Vio, thanks kripik asli dari Lampung selalu hadir bersama kamu, pinjaman toiletries dan parfum nya, so pasti see u at Ora Beach ya… 
  • Oiya Mas Erry, Mas Ipoeng, Mas Ryan dan Mas Robby, seru jalan bareng kalian sehari sebelum trip berlangsung, makan gudeg dan nongkrong di raminten dan paling berkesan saat kehujanan mau balik ke hotel hehe…
  • Reza, thank buat foto foto nya dan cara senyum saat difoto dengan kata “bacem”masih sulit buat aku praktekin hehe… dan yang terakhir tapi tak terlupakan Nanda sang travel.mulu.com, udah kesekian kali jadi travelmate aku, foto hasil jepretan orisinalku  dengan model kamu muncul di sini dan yang bikin aku menang juga di lomba foto kali ini, 
  • Finally, selesai juga tulisan trip kali ini, banyak kekurangan pastinya dari aku pribadi selama perjalanan, mungkin ada salah kata atau canda mohon dimaafkan dan semoga kita bisa ketemu lagi di trip selanjutnya. Miss u all guys…
SHARE
Previous articleApparalang
Next articleUji Kesabaran di Teluk Kiluan
Hidup adalah sebuah perjalanan. Sebuah perjalanan selalu memberikan makna yang mendalam. Percaya atau tidak, datang ke destinasi yang sama sekalipun, kalian akan selalu mendapatkan cerita yang berbeda. Jadi jangan pernah merasa bosan untuk melakukan perjalanan, terus melangkah dan bagikan pengalaman kalian kepada orang lain, layak nya aku seorang KoperTraveler

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here