Belitung

2
569
Langsung terperangah liat gambar yg di atas hehe…gak papa, aku juga githu awalnya ketika melihat image di google setelah mengetik kata “belitung” tapi hati2 jangan salah ketik belatung, pasti yg muncul gambar lain.
Yukkk…jalan jalan ke Belitung ajakan salah satu saudara aku, oh mau banget, gratis nggak? Iya kamu bayar tiket aja, beneran nih…cap cus aku langsung mengiyakan ajakan itu, segera buka laptop dan cari tiket buat pulang pergi, aku masukkan tujuan Belitung…tapi nggak ada pilihan itu, oalah ternyata harus masukkan kata Tanjung Pandan, sip sip ada beberapa penerbangan yang ke sana di antaranya Sriwijaya Air, Citilink dan Garuda, pilihanku jatuh pada Citilink karena alasan jam penerbangan nya, berangkat nya pagi dan balik ke Jakarta nya siang menjelang sore, maklum di setiap perjalanan aku nggak mau rugi rugi banget, kalau andai ada pasti pilih yg pulang malam hehe…
Akhirnya hari yang ditunggu tunggu datang juga, packing semua perlengkapan beres satu hari sebelumnya, maklum selalu berpikir kalau travelling pengen nya bawa sedikit barang eh hasilnya selalu si orange alias koper aku tetap aja penuh, salut dah buat temen2 yg bisa bawa ransel. Pagi2 menghindari macet nya kota, aku sudah berangkat ke bandara Soeta, singkatnya pesawat nggak delay dan aku siap boarding, masalah nya kalau aku ceritain kondisi bandara, kapan kita sampai di Belitung ya, bisa2 malah temen temen sudah nutup blog ini…
Perjalanan Jakarta ke Bandara H.A.S Hanandjoedin Tanjung Pandan di Pulau Belitung (ayo dicatet dulu sapa tahu keluar di soal ujian) hanya sekitar 50 menit, nggak lama khan. Begithu mendarat sesuai janji saudara aku bahwa semua transportasi dan akomondasi selama di sana gratis langsung terbukti dan aku ngerasa aman dah, nggak usah keluarin budget lagi hehe…
Keluar dari bandara aku udah ngerasa perut kok keroncongan ya, untung saja tujuan pertama adalah sarapan makanan khas daerah ini, nggak berapa lama mobil yang aku tumpangi berhenti di sebuah rumah makan yang bernama Atep di Jalan Sriwijaya no 27, dan menu yang disajikan adalah Mie karena ada di Belitung jadinya disebut Mie Belitung, gampang khan. Udah nggak usah ngiler atau bayangin kayak apa, aku fotoin ya, cepret….

Upsss…foto yg kalian lihat mie kering ya…tapi sebenernya pas disajikan depan aku berkuah alias ama penjualnya disiram kuah, kalau dari taste nya versi aku yang kelaparan “yummy” banget hehe…
Ayoooo, jangan makan banyak banyak, perjalanan masih panjang dan belum ketemu hotel, nanti kalau sakit perut malah bahaya khan.
Tujuan kita selanjutnya adalah mengunjungi sekolah dasar yang menjadi terkenal karena film debutan Riri Riza yang di ambil dari novel Andrea Hirata yaitu Laskar Pelangi. Bangunan yang sekarang ini sudah tidak ditempati lagi sebagai sekolah dan hanya dijadikan obyek wisata, bangunan tua yang masih menunjukkan sisa sisa sejarah, di mana gerbang sekolah hanya berbentuk kotak dengan sisi kanan kiri atas terbuat dari kayu glondongan kecil berada di lapangan pasir putih yang sedikit gersang.

Sekilas cerita mengenai bangunan ini ya pren, tapi jangan ngantuk lho. Kita sebut saja bangunan ini Replika SD Muhammadiyah Laskar Pelangi, berada di Kecamatan Gantung, Belitung Timur. Bangunan nya sesuai ama foto, sebenarnya masih banyak khan di pelosok Indonesia bentuk bangunan sekolah yang seperti ini. Di dalam bangunan ini ada beberapa ruang kelas yang di dalamnya masih ada meja dan bangku bangku kayu. Sudah dapat gambaran nya khan, ayo kita pindah tempat lagi.

Aku masuk mobil dan diberi tahu akan mengunjungi museum yang berada tidak berapa jauh dari lokasi sebelumnya. Ternyata bernama Museum Kata Andrea Hirata, nama ini sudah aku sebut sebelum nya, dan jangan ada yang tanya lagi ya ini siapa? Sadis khan…
Masuk ke dalam museum ini kita diajak menapak tilasi apa yang tertulis di novel sang pemilik museum dan foto foto yang ada di potongan film laskar pelangi. Oiya biar nggak nyasar, lokasinya juga masih di Kecamatan Gantung. Bangunan ini juga terbagi dalam beberapa ruangan seperti rumah pada umumnya, tapi yang membuat beda adalah setiap bagian ruangan mempunyai makna yang dalam. Salah satu ruangan memberikan inspirasi banget buat aku “Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi mimpi itu” dalem banget khan, jleb nusuk ke hati. Masuk ke ruangan lain, aku merasa lebih nyaman lagi, ornamen meja di sudut dengan buku buku dibiarkan berserakan dan sebuah papan besar kumpulan foto foto yg lain nya. Setiap ruangan juga diberi nama dari sebagian karakter di film Laskar Pelangi, seperti Ruang Ikal, Ruang Lintang dan Ruang Mahar. Di bagian belakang terlihat juga Ruang Dapur yang berubah menjadi Warung Kopi Kuli, di mana kita bisa memesan kopi dan berbincang santai sambil menghayati isi dalam museum ini.
Berat nggak sih baca hal di atas hehe…ayo ayo…kita lanjut lagi ya cari yg seger seger dulu, supaya nggak mikir kok Belitung nggak sesuai dengan image di google ya. Tapi sebelum nya aku diajak menuju tempat wisata seger yang pertama, apa itu?
Hawa panas semakin terasa tapi untungnya cuaca sedikit bersahabat dengan memberikan angin yang cukup siang ini, dan semakin cocok dengan kunjungan kali ini karena aku sampai di Bendungan Pice yang masih berada di Kecamatan Gantung, konon ceritanya nama bendungan ini dimbil dari nama arsitek berkebangsaan Belanda Sir Vance dibangun pada tahun 1934. Bendungan ini sekarang juga tidak berfungsi seperti sediakala, tapi setidaknya bangunan tua ini masih kokoh berdiri dan menjadi bangunan bersejarah yang jadi bukti juga kalau orang Belanda pernah tinggal di Belitung hehe…
Yukkkk…lanjut ke tempat wisata yang lain nya, sekarang kita ke Vihara yang terbesar dan tertua di Belitung, lokasinya ada di Desa Burung Mandi, Kecamatan Damar.
Vihara yang diberi nama Dewi Kwan Im, sudah berusia sekitar 250 tahun lebih. Dari bawah kita sudah melihat banyak anak tangga yang menuju tempat sembahyang. Vihara ini dipenuhi warga setempat pada saat perayaan Imlek atau hari besar umat Budha, dipercaya juga jika memohon sesuatu di sini akan dikabulkan.
Okay…tulisan mengenai belitung aku sudahi dulu ya, pasti semua ber tanya tanya lhooo mana lautnya, mana batu2 yang indah di gambar aku pertama hehe…tenang tenang semuanya akan aku ulas di belitung, hoping island di chapter berikut nya…karena seharian sudah jalan dan mata sudah mengantuk…yuk bobok buat siap2 besok melaut hehe…
SHARE
Previous articleCups (coffee and kitchen)
Next articleBelitung, hoping island
Hidup adalah sebuah perjalanan. Sebuah perjalanan selalu memberikan makna yang mendalam. Percaya atau tidak, datang ke destinasi yang sama sekalipun, kalian akan selalu mendapatkan cerita yang berbeda. Jadi jangan pernah merasa bosan untuk melakukan perjalanan, terus melangkah dan bagikan pengalaman kalian kepada orang lain, layak nya aku seorang KoperTraveler

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here