Cups (coffee and kitchen)

2
668
Week end di Bandung cukup menyenangkan, tetapi kendala yang terbayang adalah kemacetan kotanya, apalagi kalau sudah long week end seperti ini. Bayangkan saja untuk berangkat nya, aku harus langsung datang ke pool travel di Jakarta yang nggak usah aku sebutin namanya, nanti dikira iklan hehe…dari jam 18.30, setelah numpang motor teman tanpa helm pula, karena takut mahkota ku jadi rusak, aku masuk dari daftar waiting list dan alhasil baru dapat seat jam 20.15 jurusan Pasteur. Tapi positifnya, jadi juga aku berangkat.
Lho, kok malah curhat yang lain nih, ayo balik ke judul di atas. Bandung, juga identik dengan wisata kuliner kalau menurut aku, jadi kali ini atas rekomendasi dari ponakan yang sok imut dan hobby nongkrong, panas panasin aku buat nyoba tempat baru, yang sebenernya juga nggak baru baru banget, tapi intinya doi belum pernah nyoba di sana.
Setelah arrange waktu, sabtu sore aku berangkat dari rumah bersama rombongan yang berisi ponakan dan ortu dengan tujuan tempat nongkrong yang nama nya Cups (Coffee & Kitchen)
berada di area yang masih masuk kawasan Riau, tepat nya di Jalan Trunojoyo no 25, Bandung. Dengan berbekal waze map, karena penunjuk jalan nya juga rada ragu ragu dan sedikit bantuan teman ponakan yang bilang dekat Total Buah, sampai juga aku di Cups. 
Sambil memarkir kendaaran, aku melihat tampak dalam dari luar (bingung nggak bacanya hehe), lumayan juga nih tempat, tapi kenapa rada gelap dan tampak seram. Kepalang tanggung sudah parkir jadi ya masuk aja. 
Sapaan dari waiter dengan ramah mempersilahkan duduk, dengan pertanyaan dasar berapa orang dan pilih smoking atau no smoking, Berhubung sampai sekarang aku masih menganut aliran hidup sehat, jadi pilihan tetap area tidak merokok. Dengan sigap waiter memberikan 4 buku menu yang bentuknya cukup sederhana dan yang penting masing2 dari kami dapat satu satu, alias nggak saling mencontek hehe. Suasana sore ini tidak terlalu ramai meskipun jumlah pengunjung juga cukup banyak. Oiya ada tempat duduk yang di bagian sudut dengan aturan pakai minimum order, so mesti hati2 ya, jangan asal duduk. Order makanan dan minuman sudah aku sampaikan dan telah mendapat pengulangan, segera waiter menyerahkan ke pembuat pesanan, dari posisi duduk aku bisa langsung melihat kesigapan barista (istilah keren peracik kopi, ini aku ambil or comot dari mulut orang yang sampai ke telinga aku) yang menyiapkan semua nya.
Oiya sambil nunggu pesanan datang, aku kasi info tambahan sedikit ya. Jam buka dari 09.00 – 23.00, kecuali hari Jumat dan Sabtu, tutup lebih lambat sampai 24.00, kalau ada yang pengen telpon dulu sebelum ke sana bisa di 022-4265092 / 022-92958788. Menu makanan di sini kisaran harganya dari 20.000 – 65.000, jadi kalau mau nongkrong bisa disesuaikan dengan kocek masing masing.
Nah, pesanan aku udah datang nih.
Ini pilihan aku lho, Affogato dan Ice Chocolate sebenarnya masih ada kentang goreng dengan lumuran 3 macam keju, dan yang lain nya, tapi belum sempat aku foto sudah dilahap ama yang lain nya, untung saja ini masi ada yang sempat aku selamatin, tapi yang pasti untuk makanan ringan dan sedikit berat tersedia di sini.
Sambil menyendok affogato, karena makan nya pakai sendok, kalau menyeruput (ini bahasa indonesia apa bukan ya) berarti langsung bibir manyun sedikit langsung bertemu dengan gelas, baru aku sadari kalau suasana cafe yang rada gelap dan sedikit seram, dikarenakan mereka lagi menyajikan tema hallowen. Aku bergaya ala ala india pakai jongkok, memanfaatkan booth yang sudah disediakan.
Nggak terasa, hari sudah menjelang malam, dan aku sudah duduk cukup lama, beberapa waiter sudah melirik dengan pandangan yang sedikit mempertanyakan kapan aku beranjak dari tempat duduk hehe…nggak sebegithu kok. Tapi memang harus pergi karena ada tujuan lain di Bandung yang mau dikunjungi.
SHARE
Previous articleSunset in Love
Next articleBelitung
Hidup adalah sebuah perjalanan. Sebuah perjalanan selalu memberikan makna yang mendalam. Percaya atau tidak, datang ke destinasi yang sama sekalipun, kalian akan selalu mendapatkan cerita yang berbeda. Jadi jangan pernah merasa bosan untuk melakukan perjalanan, terus melangkah dan bagikan pengalaman kalian kepada orang lain, layak nya aku seorang KoperTraveler

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here