Pulau Bintan

0
1120
Hampir sebulan aku tinggal di Tanjung Pinang, tapi setiap kali mau jalan ke Pulau Bintan yang lebih dikenal dengan sebutan Lagoi oleh teman teman yang ada di sini, terbersit keraguan karena minimnya info yang mereka tahu. Yang pasti kata mahal, lokal tidak boleh masuk sembarangan dan pantainya pun tidak boleh sembarang masuk, kecuali kalau kita menginap di salah satu resort di sana.
Sekarang mending aku share info kepada teman2 traveler yang penasaran dengan Pulau Bintan. Merupakan bagian dari propinsi Kepulauan Riau, di mana terdapat kota Tanjung Pinang yang menjadi Ibu Kota dari Kepulauan Riau. Untuk bisa sampai ke Pulau Bintan tidaklah sulit. Kalau dari batam sebaiknya naik Ferry dengan tujuan Uban, dan dari sana tinggal naik mobil ke kawasan Bintan Resort, atau kalau dari Tanjung Pinang, bisa lewat darat sekitar 2 jam dengan naik mobil sewaan.
Kebetulan aku sedang ada di Pinang, maka aku bersama teman teman naik mobil menuju Lagoi, setelah menempuh perjalanan beberapa saat, dan sempat mampir di KM 57 untuk makan siang, dengan menu soto dan soup yang menjadi andalan dari menu di Tanjung Pinang. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan lagi, beberapa fakta yang disampaikan teman2 ternyata ada benarnya.
Sampai di kawasan Pulau Bintan, begithu mobil mau masuk sudah dicegat oleh satpam, dimana kita harus membayar parkir dan meninggalkan salah satu KTP dari penumpang yang ada di mobil. Masuk ke dalam kawasan Bintan Resort boleh dibilang hampir sama dengan kawasan Nusa Dua di Pulau Bali, bahkan aku boleh bilang masih bagus di Bali hehe…kejadian yang kurang mengenakkan terjadi lagi saat kami memarkir mobil di salah satu lahan parkir, belum juga turun dari mobil, kami sudah didekati salah satu Satpam yang bertugas, dan mempersilakan kami untuk pindah ke parkir public, karena parkir itu khusus untuk tamu resort.
Image
Akhirnya aku melakukan negosiasi dengan satpam nya dengan mengatakan aku mau minum dan makan di cafe yang ada di salah satu resort di sana, pilihan kita jatuh pada sebuah cafe di Nirwana Beach Club, Laluna Cafe namanya, setelah berhasil masuk dan duduk di Cafe, fakta kedua terbukti juga dimana kata mahal di Lagoi ini berlaku untuk wisatawan lokal, yang mana semua menu makanan dalam harga dollar, sebagai pandangan saja, sekelas juice yang bukan dr buah asli 55 ribu per gelas nya, kelapa muda 1 buah seharga 85 ribu jika dirupiahkan. Tapi fakta ini rada terbantah, karena ketika waiter nya melakukan order, dia menyampaikan bahwa untuk wisatawan lokal ada harga khusus untuk wisatawan domestik dengan diskon sebesar 20%, Sambil menunggu pesanan minum datang, kami segera menuju pantai di depan cafe Laluna, kesan yang aku lihat adalah pantai di Pulau Bintan biasa saja jika dibandingkan pantai lain yang pernah aku lihat. Belum lama melihat lihat situasi di sana, aku mendapatkan spot foto yang bagus, yaitu batu batuan besar di ujung pantai, baru kami mengambil beberapa foto, ada satpam lagi yang menghampiri kami, dan melarang kami untuk mengambil foto di bagian pantai tersebut dengan alasan yang tidak jelas.Image
Dengan perasaan sedikit jengkel, aku semakin ngerasa kalau apa yang disampaikan teman teman di sana adalah benar, tapi untunglah salah satu dari kami bilang kalau ada pantai di sisi lain yang bagus juga. Semangat aku muncul lagi untuk hunting foto pantai Lagoi. Ternyata hanya berjalan sedikit ke sisi dari pantai yang “terlarang” tadi, aku melihat hamparan pasir putih dengan laut biru dan dipenuhi batu batuan besar, segera aku lari untuk mengambil foto sebanyak banyaknya sebelum ada larangan lagi hehe…
Image
so…menurut aku, setelah membuktikan sendiri omongan dari teman2 di Tanjung Pinang, maka kesimpulan nya, Pulau Bintan atau Lagoi boleh dibilang bagus tapi nggak setimpal dengan apa yang kita bayar, Jadi aku serahkan aja ke teman2 traveler yang mau ke sana. Satu juga masukan buat pemerintah Kepri, tolong kebijakan yang diterapkan sekarang ini apakah perlu diteruskan, dimana Pantai yang merupakan milik kita bangsa Indonesia, justru “terlarang” buat masyarakat nya sendiri…
SHARE
Previous articleBintan Nirwana Hotel
Next articleJogja Kopitiam
Hidup adalah sebuah perjalanan. Sebuah perjalanan selalu memberikan makna yang mendalam. Percaya atau tidak, datang ke destinasi yang sama sekalipun, kalian akan selalu mendapatkan cerita yang berbeda. Jadi jangan pernah merasa bosan untuk melakukan perjalanan, terus melangkah dan bagikan pengalaman kalian kepada orang lain, layak nya aku seorang KoperTraveler

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here