Ada Apa di Teluk Alulu?

4
112
Teluk Alulu
Teluk Alulu

Langit menjelang sore ini sedikit galau, kadang matahari hendak muncul, tapi awan seakan tidak rela untuk membiarkannya. Yang ada, aku bersama beberapa teman dari media televisi dan media online, hanya bisa berharap agar hujan tidak turun saat kami sampai di tempat tujuan.

Kami semua sedang melakukan liputan kegiatan yang diprakarsai Konsorsium Javlec Indonesia dan didukung penuh oleh MCA-Indonesia di Teluk Alulu. Oiya aku sampaikan terlebih dahulu, Teluk Alulu adalah sebuah desa yang ada di Kecamatan Maratua, Kabupaten Kalimantan Timur, dimana sebagian besar penduduknya mempunyai mata pencaharian sebagai nelayan dengan potensi utama adalah pohon kelapa.

Speedboat yang kami tumpangi mulai mengurangi kecepatan, ketika aku melihat dari kejauhan, sebuah jembatan panjang yang merupakan dermaga dari Teluk Alulu. Perahu merapat dan kami bergantian turun. Berjalan beriringan menuju perkampungan Teluk Alulu, melewati jalan setapak yang sudah disemen.

Teluk Alulu
Jalanan lanjutan dari dermaga

Berjalan kurang lebih 20 menit, melewati rimbunnya tanaman yang sangat hijau dan asri, membuat siang yang panas karena tidak jadi hujan, menjadi terasa lebih nyaman. Aku perhatikan banyak sekali pohon kelapa yang tumbuh dengan subur di sini, sesekali mengingatkan sambil bercanda, kalau jangan sampai kejatuhan pohon kelapa.

Teluk Alulu
Perkampungan asri Teluk Alulu

Jalanan setapak yang sudah disemen tadi, berganti dengan bebatuan kasar ketika kami berbelok menuju sebuah rumah warga dengan lahan yang cukup luas disampingnya. Pohon kelapa berdampingan dengan pohon pisang kali ini mengiringi langkah kami. Semakin dekat semakin aku penasaran, ingin melihat secara langsung proyek yang dilaksanakan oleh Konsorsium Yayasan Javlec Indonesia dan didukung sepenuhnya oleh MCA-Indonesia

Teluk Alulu
Menuju lokasi pemasangan panel surya

Dua bangunan yang bersebelahan, nampak sangat jelas antara yang lama dan baru, tapi justru pemilik bangunan lama inilah yang memberikan lahannya untuk digunakan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), nantinya listrik yang dihasilkan bisa digunakan untuk warga sekitar.

Teluk Alulu
Lahan yang digunakan

Aku masuk lebih dalam sampai mencapai lahan yang sudah nampak dipasangin tiang tiang besi aluminium berjajar rapi, beberapa pekerja sedang sibuk menaikkan panel surya yang menjadi alat untuk menampung cahaya matahari kemudian akan dirubah menjadi listrik, sebuah proses teknis yang aku sendiri tercengang ketika mendengar penjelasannya.

Teluk Alulu
Proyek Konsorsium Javlec Indonesia

Nah, listrik yang dihasilkan akan digunakan untuk apa? Kalau kalian menduga untuk penerangan, jawaban itu salah. Jadi yang benar adalah, akan digunakan untuk pembuatan es balok. Alasan yang mendasari hal ini adalah sebagai berikut: es balok sangat dibutuhkan oleh warga Teluk Alulu yang berprofesi sebagai nelayan, dan hasil ikan sangat melimpah, sehingga es balok tersebut bisa digunakan sebagai bahan untuk mengawetkan hasil tangkapan mereka sehingga bisa lebih tahan lama dan tidak terbuang percuma karena membusuk.

Teluk Alulu
Rangka besi dan Panel Surya

Proyek ini akan segera diselesaikan dalam waktu dekat, dan pastinya kami turut mendoakan semoga semuanya berjalan lancar dan sesuai dengan target yang telah ditentukan.

Kami melanjutkan perjalanan dengan menyusuri kembali jalan setapak bersemen. Di Teluk Alulu ada satu lagi potensi yang juga baru dikembangkan selama kurang lebih 4 bulan belakangan ini, hal ini berhubungan dengan apa yang telah aku sampaikan saat pertama kali masuk ke perkampungan, dimana banyak sekali terlihat pohon kelapa.

Teluk Alulu
Jalan menuju Rumah Produksi Pengolahan Minyak Kelapa

Sebelum aku sampai di lokasi Rumah Produksi Pengolahan Minyak Kelapa (inilah usaha yang aku maksud), menyempatkan diri untuk berpose sejenak di sisi bagian kampung Teluk Alulu yang tampak jelas ke laut, karena ini menarik perhatian aku akan keindahan yang dimiliki area ini.

Teluk Alulu
Sisi lain keindahan Teluk Alulu

Tak berapa lama, aku sudah sampai di Rumah Produksi Pengolahan Minyak Kelapa, sebuah bangunan sederhana dengan beberapa pekerja perempuan terlihat sedang bersenda gurau sambil tak hentinya bekerja. Yah, kekompakan warga di sini membuat aku ikut senang dan terbawa dalam suasana yang rumahan banget.

Teluk Alulu
Lokasi Pengolahan Minyak Kelapa

Di dalam bangunan tersebut, aku banyak melihat perangkat atau mesin penunjang untuk menghasilkan Minyak Kelapa, yang sekarang hasilnya sudah bisa dijual ke kota Berau dan sebagian digunakan oleh warga setempat untuk memasak. Sebagai gambaran, 100 buah kelapa biasanya bisa diolah dalam waktu satu hari sampai menjadi minyak kelapa yang siap dijual.

Teluk Alulu
Peralatan yang digunakan

Aku sempat melihat secara langsung proses dari awal sampai menjadi minyak kelapa, sebagai gambaran bisa aku sampaikan sesuai dengan pengamatanku, dimana buah kelapa diambil dagingnya, terus diparut kemudian diberi air dan diperas. Air kelapa yang dihasilkan dibiarkan selama 1 hari, keesokan harinya akan dimasak dengan perapian kayu, dan ketika sudah matang, dibiarkan sampai dingin dan kemudian disaring supaya bersih dan jernih sebagai Minyak Kelapa siap jual.

Teluk Alulu
Perpaduan manual dan teknologi

Ada apa di Teluk Alulu? Setelah membaca tulisan aku ini, setidaknya kalian mempunyai gambaran bahwa area yang menjadi bagian dari Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau di Kalimantan Timur, yang selama ini jika para wisatawan berkunjung ke Kepulauan Derawan, bahkan tidak tahu ada kampung, yang hanya 30 menit bisa ditempuh dengan speedboat dari Pulau Maratua yang dikenal sebagai Maldives Indonesia. Semoga tulisan ini juga bisa membuka wacana baru, bahwa di area yang tidak terlalu besar, tapi ternyata  mempunyai potensi yang sangat besar.

Hari menjelang senja, aku harus segera meninggalkan kampung Teluk Alulu sebelum langit semakin gelap. Kami semua kembali ke speedboat, duduk di dalam nya, dengan pemikiran masing masing, dan aku terlelap dalam alunan suara mesin yang memecah air laut, sambil membawa sebuah kenangan.

Teluk Alulu
Selamat jalan Teluk Alulu

4 COMMENTS

  1. halo suheng, foto dan artikelnya keren—suheng betul, destinasi yang sama pun, yang didatangi berkali-kali, tetap bisa memberi pengalaman berbeda

    keep the good work up

  2. Makasih doanya. Semoga Februari ini sudah bisa dioperasikan dan berjalan lancar.
    Besok iku jalan jalan lagi ya…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here