GAIA Art Movement

    0
    113
    GAIA Art Movement
    GAIA Art Movement

    Art is what is left behind after thought is gone
    Art is what if left behind after generation comes and go
    Art is our heart, our eyes, our ears, and our mouth
    Art is our footprint

    Betapa kecewanya aku, ketika pada tanggal 18 Nopember 2017, gagal untuk menghadiri acara Commissioned Art di GAIA Cosmo Hotel, dikarenakan aku harus keluar pulau dan sudah tidak memungkinkan untuk membatalkan acara disana. Bersyukur aku masih mendapat kesempatan untuk melihat karya seni yang sudah terpajang beberapa sudut ruang dari GAIA Cosmo Hotel.

    Commissioned Art itu sendiri berhubungan erat dengan GAIA Art Movement, dimana merupakan sebuah proyek komunitas yang diprakarsai oleh GAIA Cosmo Hotel Yogyakarta untuk mendukung dan mengembangkan bakat seni dari para seniman yang berbasis di Yogyakarta. Caranya: GAIA Cosmo Hotel memberikan sponsor dan fasilitas kepada para seniman yang terpilih, untuk menciptakan karya seni original dan menyediakan ruang presentasi di area hotel, sehingga bisa menjangkau khalayak ramai, baik domestik maupun mancanegara.

    Dari seleksi yang sangat ketat dan berbagai pertimbangan, akhirnya terpilih 5 karya seni original dari 5 seniman yang rata rata masih muda, yaitu Ivan Bestari, Dery Pratama, Bodas Ludira Yudha, Apri Susanto, dan Dedy Shofianto. Ini merupakan gebrakan awal dari GAIA Cosmo Hotel, karena ke depannya, bentuk kerjasama juga akan dilakukan bareng dengan perancang busana, pemusik dan pekerja seni lainnya.

    Persiapan yang dilakukan oleh kelima seniman terpilih, tentunya membutuhkan waktu yang tidak bisa dibilang singkat, bahkan mereka menghabiskan waktu berbulan bulan untuk mewujudkan karya seni yang spektakuler. Tema yang dipilih berkenaan dengan “alam”, karena terinspirasi dari nama GAIA yang berarti Bumi dalam Bahasa Yunani. Para Seniman juga diberi kebebasan untuk menempatkan karya seninya di area hotel GAIA Cosmo Hotel.

    Ini kali kedua aku berkunjung ke GAIA Cosmo Hotel, dengan maksud dan tujuan unuk melihat secara langsung karya seni dari masing masing pelakon seni yang berbasis di kota Gudeg. Masuk ke area pelataran parkir dari hotel, aku sudah bisa merasakan perbedaan dekorasi yang tampak di area depan hotel. Seniman Dery Pratama, menggunakan lokasi smoking area restoran, dengan mengetengahkan Instalasi seperti menara setinggi 7 meter dengan lempengan besi menutupi sebagian kerangkanya. Untuk proses pembuatan potongan besi inilah yang membutuhkan kesabaran karena prosesnya melalui pembakaran.

    GAIA Art Movement
    Instalasi
    GAIA Art Movement
    Karya Dery Pratama
    GAIA Art Movement
    Lempengan Besi yang dibakar

    Masuk ke area lobby ada sesuatu yang menarik, berdekatan dengan tangga penghubung dari lantai satu ke lantai dua, lokasi ini dipilih oleh seniman Bodas Ludira Yudha untuk menampilkan Akar Umbi dengan menggunakan lilitan kawat yang sangat rumit, karya ini banyak mengundang decak kagum dari tamu hotel.

    GAIA Art Movement
    Akar Umbi
    GAIA Art Movement
    Karya Bodas Ludira Yudha
    GAIA Art Movement
    Lilitan kawat yang rumit

    Ketika aku hendak menuju kamar yang letaknya dekat kolam renang, ternyata dinding di samping kolam renang menjadi pilihan seniman Apri Susanto untuk menampilkan karyanya. Aliran air diketengahkan dengan menggunakan bahan tanah khusus yang bisa menjadi keramik dan sekaligus diberi cat warna warni dengan nuansa biru.

    GAIA Art Movement
    Aliran Air
    GAIA Art Movement
    Karya Apri Susanto
    GAIA Art Movement
    Bahan yang digunakan tanah

    Naik ke lantai dua, tepat di atas restoran dan memilih dinding yang menghubungkan area makan dengan kamar tamu hotel, “terbang” ditampilkan oleh Dedy Shofianto, dengan menggunakan seni kinetik, maka angsa kayu segera mengepakkan sayapnya ketika mendapat sensor dari tubuh manusia.

    GAIA Art Movement
    Terbang
    GAIA Art Movement
    Karya Dedy Shofianto
    GAIA Art Movement
    Angsa dari bahan Kayu

    Dan terakhir yang memilih lokasi untuk ruang pamer karya seninya di tempat paling jauh yaitu ruang meeting, adalah seniman daur ulang kaca yang bernama Ivan Bestari. mengisyaratkan tentang keajaiban sebuah pertumbuhan, menggunakan botol bir bekas yang dimiliki oleh hotel.

    GAIA Art Movement
    Pertumbuhan
    GAIA Art Movement
    Karya Ivan Bestari
    GAIA Art Movement
    Terbuat dari bahan botol bekas

    Ya, aku merasa bahagia sekali bisa melihat secara langsung semua karya seni original dari kelima seniman yang terpilih. Jadi melalui tulisan inipun aku memberi kesempatan kepada teman teman untuk melihat, meskipun hanya melalui foto. Tapi jika mempunyai waktu main ke Yogyakarta, jangan lupa mampir ke GAIA Cosmo Hotel.

    Oiya, karya seni yang dipamerkan ini, juga sekalian memberikan kesempatan kepada semua pengunjung hotel yang ingin atau mau mempunyai koleksi benda seni, bisa membeli langsung melalui petugas yang ada di hotel. Hasil penjualan nantinya, sebagian besar akan menjadi hak kelima seniman dan sisanya akan dikelola oleh GAIA Cosmo Hotel, untuk diberikan kepada seniman berikutnya yang akan melakukan kolaborasi, sehingga program Art Movement ini berkesinambungan dan tidak berhenti di sini saja.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here