Berjalan di Singkawang selalu menghadirkan kejutan di setiap sudutnya. Kota seribu kelenteng ini bukan hanya memikat lewat budaya dan suasananya, tetapi juga lewat ragam kuliner yang kaya rasa. Dari jajanan legendaris hingga hidangan khas yang hanya ditemukan di sini, setiap suapan seperti membawa cerita. Inilah panduan singkat untuk menjelajahi wisata kuliner Singkawang yang sayang dilewatkan.
1. Pisang Goreng Singkawang
Perjalanan kuliner di Singkawang terasa lengkap saat pertama kali mencicipi pisang gorengnya yang terkenal. Gurih, manis, dan renyah, camilan sederhana ini jadi pembuka yang hangat untuk memahami selera kota ini. Setiap gigitan menghadirkan aroma nostalgia yang melekat, seolah mengajak kita melangkah lebih jauh mengenal jejak rasa yang tersembunyi di Singkawang.

2. Choi Pan – Sarapan di Hotel Swiss-Belinn Singkawang
Pagi berikutnya, pengalaman kuliner berlanjut di Hotel Swiss-Belinn Singkawang dengan choi pan yang disajikan saat sarapan buffet. Teksturnya lembut dengan isian khas yang ringan namun nikmat, memberi energi untuk memulai hari. Hidangan ini seakan menjadi penghubung antara kenyamanan hotel dan kekayaan kuliner lokal, mengajak tamu mengenal cita rasa Singkawang sejak matahari terbit.

3. Bakmi Aloi
Selepas sarapan, perjalanan kuliner membawa kita ke Bakmi Aloi, salah satu ikon yang tak bisa dilewatkan. Mie lembut dengan bumbu yang kaya rasa membuat setiap suapan terasa hangat dan memuaskan. Keharumannya berpadu dengan potongan daging yang gurih, memperlihatkan bagaimana Singkawang mengolah hidangan sederhana menjadi pengalaman yang begitu berkesan dan membuat rindu.


4. To Che Choi Pan
Belum selesai dengan pesona choi pan, kita singgah ke To Che Choi Pan, tempat yang terkenal dengan rasa otentiknya. Kulitnya tipis, isinya melimpah, dan aromanya langsung menggugah selera. Di sini, kita benar-benar merasa bahwa kuliner Singkawang bukan hanya soal makanan, tapi tentang tradisi dan cerita turun-temurun yang tetap dijaga oleh para penjajanya.


5. Cafe San Kheu Jong
Perjalanan kemudian berlanjut ke Cafe San Kheu Jong, spot nyaman untuk rehat sejenak sambil menikmati suasana Singkawang yang tenang. Sajian kopi dan kudapan ringan di sini membuat langkah terasa lebih santai. Sambil menikmati pemandangan sekitar, kita seakan diberi waktu untuk mencerna betapa kayanya pengalaman kuliner yang telah dilewati sejak pagi hari.


6. Ce Hun Tiau – Pondok 68
Siang hari terasa semakin segar ketika mencicipi Ce Hun Tiau di Pondok 68. Semangkuk kuah manis, dingin, dan menyegarkan ini langsung menghapus lelah. Perpaduan es, kuah gula, serta topping khas membuat hidangan ini selalu dicari wisatawan. Di tengah panasnya Singkawang, Ce Hun Tiau menjadi oase yang menghidupkan kembali semangat perjalanan kuliner.


7. Bubur Gunting Asun
Petualangan rasa dilanjutkan dengan Bubur Gunting Asun, kuliner unik yang menawarkan tekstur kenyal dan kuah gurih yang ringan. Sensasi “menggunting” bubur sebelum disantap menjadi pengalaman tersendiri. Rasanya sederhana namun nagih, menghadirkan kehangatan yang berbeda dari hidangan lain. Di setiap mangkuknya, kita merasakan keakraban khas kuliner rumahan yang tak lekang oleh waktu.

8. Choi Pan Panas Sakok
Sebelum hari berakhir, Choi Pan Panas Sakok menjadi penutup yang pas. Disajikan hangat dengan aroma yang langsung memikat, choi pan ini punya rasa yang kuat dan autentik. Setiap potongannya seperti merangkum perjalanan kuliner Singkawang: sederhana, berkarakter, dan penuh cerita. Sebuah hidangan yang membuat kita benar-benar menghargai kekayaan kuliner kota ini.


Menjelajahi kuliner Singkawang adalah perjalanan rasa yang tak pernah membosankan. Dari jajanan ringan hingga hidangan khas yang penuh sejarah, setiap tempat memberi pengalaman berbeda namun tetap saling terhubung. Kota ini membuktikan bahwa kuliner bukan sekadar makanan, tetapi warisan yang dijaga dengan cinta. Singkawang selalu punya alasan untuk membuat siapa pun kembali dan mengecapnya lagi.










Mantap kali lho ini surganya kuliner Singkawang. Enak-enak semua yah ko!