FamTrip Semarang Hebat 2018

13
218
FamTrip Semarang Hebat 2018
FamTrip Semarang Hebat 2018

Yesss… Hattrick … Tahun depan kasih kesempatan buat blogger lainnya ya hehe … kata kata itu yang terngiang terus sebelum aku berangkat ke acara FamTrip Semarang Hebat 2018. Tiga tahun berturut turut aku ikut berpartisipasi dalam acara puncak Ulang Tahun kota Semarang. Acara yang selalu diikuti oleh kurang lebih 25 blogger dari berbagai daerah. Selama tiga tahun itu pula aku ikut memberikan nuansa dalam FamTrip yang selalu membawa kesan mendalam. Tiga hari Dua Malam kita jalan bersma dengan tujuan mengenal lebih jauh #SemarangSekarang seperti apa dan apakah #SemarangMakinHebat?

Pengen tahu jawaban atas pertanyaan yang aku lontarkan di atas? Ayo, ikuti perjalanan aku selama FamTrip Semarang Hebat 2018, mulai dari awal sampai puncak acara. Semoga tulisan ini juga menjadi referensi buat teman teman blogger lainnya yang akan bergabung di tahun 2019.

Sesuai dengan jadwal yang sudah disampaikan, sekitar pukul 08.00, aku bersama Wenda yang sama sama berangkat dari Bandung tiba di Hotel New Metro, yang ada di Jalan K.H. Agus Salim No 2 -4. Celingukan sejenak, karena mencari panitya FamTrip, tahu tahu Mbak Tutut menyapa “Mas Sinyo ya”, aku dipersilakan duduk dan kemudian digiring bersama peserta lain yang sudah sampai duluan ke restoran untuk menikmati sarapan pagi.

Tak berapa lama, rombongan teman blogger yang dijemput secara bersamaan di Bandara Ahmad Yani, tampak memasuki area resto, prosesi “cipika cipiki” pun tak terelakkan, kehebohan mendadak menyeruak keluar, maklum sebagian blogger ada yang sudah saling kenal dan lama tak bersua.

Mengingat hari ini adalah hari Jumat, dimana sebagian teman blogger ada yang harus menunaikan Ibadah Sholat Jumat, maka kunjungan pertama, kita semua diajak ke Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Lokasinya ada di Jalan Gajah, Gayamsari, Sambirejo. Masjid ini diresmikan oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 14 November 2006.

Ada beberapa bagian dari Masjid Agung Jawa Tengah yang aku perhatikan dan abadikan, salah satunya adalah Menara Al Husna. Kalau dari namanya, dikaitkan dengan 99 nama nama Allah, Asmaul Husna dan menara ini memiliki tinggi hingga 99 meter, dengan total 19 lantai, dimana lantai satu ada Stasiun Radio Dais (Dakwah Islam), di lantai dua dan tiga terdapat Museum Kebudayaan Islam, lantai 18 merupakan restoran yang lantai nya bisa berputar 360 derajat, dan di lantai 19 kita bisa melihat kota Semarang dengan menggunakan 5 teropong yang tersedia di sana.

FamTrip Semarang Hebat 2018
Menara Masjid Agung Jawa Tengah

Pelataran Masjid Agung Jawa Tengah, membuat aku berdecak kagum, nuansa putih berpadu dengan warna ungu pada detail ornamennya. Mempunyai 25 pilar dengan gaya Romawi, berkaligrafi yang menyimbolkan 25 Rasul dan Nabi. Oiya, Masjid ini berada di atas tanah seluas 10 hektar dengan luas bangunan induk yang dipergunakan untuk ibadah sebesar 7.669 meter persegi.

FamTrip Semarang Hebat 2018
Design Arsitektur yang Bagus

Satu lagi yang jadi kebanggaan dari Masjid Agung Jawa Tengah adalah Payung Raksasa yang berada di depan bangunan utama masjid. Payung yang tingginya 20 meter dengan diameter 14 meter ini merupakan duplikat dari payung yang ada di Masjid Nabawi di Medinah. Karena untuk membuka payung ini membutuhkan daya listrik yang cukup besar, jadi payung ini hanya dibuka pada hari Jumat dan hari besar Islam, jadi aku orang yang sangat beruntung, baru pertama kali ke Masjid Agung Jawa Tengah, tapi bisa melihat saat paying ini terbuka.

FamTrip Semarang Hebat 2018
Payung Yang Dibuka pada Perayaan tertentu

Setelah puas mengambil gambar di Masjid Agung Jawa Tengah dan sebagian blogger yang menunaikan ibadah sholat Jumat rampung, rombongan diajak untuk menikmati makan siang, karena memang sudah waktunya serta perut kembali keroncongan. Oiya, seperti yang tampak dalam foto, ada yang bening dan masih muda muda di barisan sebelah kiri, itu adalah Denok Kenang Semarang dan bukan blogger ya hehe…nanti salah persepsi malahan. Mereka mendampingi kami selama perjalanan sambil berbagi pengetahuan tentang kota Semarang

FamTrip Semarang Hebat 2018
Makan siang

Untuk makan siang, di hari pertama dalam rangkaian rute perjalanan FamTrip Semarang Hebat 2018, kami diajak menikmati makanan di Ikan Bakar Cianjur (IBC) yang lokasinya di Jalan Teuku Umar no 8, Jatingaleh. IBC sendiri mempunyai lokasi di lain tempat, yaitu di Kota Lama, dengan bentuk bangunan yang heritage banget.

Beberapa menu makanan disajikan, tapi karena cuaca siang di Semarang panas sekali, justru yang paling favorit ada es batu. Lauk yang jadi andalan dari IBC adalah Ikan Gurami Pesmol, selain itu ada Ayam Goreng lengkap dengan sambalnya, sayur tauge dicampur ikan asin, tak lupa lalapan sayuran agar stamina kita tetap terjaga.

FamTrip Semarang Hebat 2018
Ikan Pesmol
FamTrip Semarang Hebat 2018
Ayam Goreng IBC

Kekenyangan? Terus sekarang ngantuk? Eitssss… jangan begithu, kita harus melanjutkan perjalanan lagi, kali ini ke Vihara Buddhagaya yang lokasinya ada di Pudakpayung, Banyumanik. Sebelum masuk ke area vihara, kita melewati gerbang Sanchi, dimana persis di depan gerbang tersebut ada sebuah batu besar yang berbentuk menyerupai Gong, dan ini alami bukan buatan manusia.

FamTrip Semarang Hebat 2018
Vihara Buddhagaya

Vihara Buddhagaya sendiri, sangat dikenal karena mempunyai bangunan Pagoda yang diberi nama Pagoda Avalokitesvara, mempunyai nama lain Metta Karuna, dengan tinggi bangunan 45 m, terbagi menjadi 7 tingkat. Dimana maknanya adalah, seorang pertapa akan mencapai kesucian setelah mencapai tingkat ketujuh. Bagian dalam Pagoda berbentuk segi delapan dengan ukuran 15 x 15 meter. Dari tingkat kedua sampai keenam dipasang Patung Dewi Kwan I’m yang menghadap ke 4 penjuru mata angin, bertujuan agar pancaran kasih saying dari sang Dewi ke semua arah dan merata. Sedangkan pada tingkat ketujuh ada Patung Amitaba, yang merupakan guru besar.

FamTrip Semarang Hebat 2018
Pagoda Avalokitesvara

Sebelum meninggalkan lokasi wisata religi ini, aku sempat mengambil gambar Pohon Bodi, di mana disini diletakkan juga Patung sang Buddha dan Dewi Welas Asih yang sedang duduk di bawah rindangnya pohon. Terlihat banyak kain merah menjuntai dan dikaitkan pada batang pohon bodi, ini sebuah lambang dimana orang orang yang memasang kain tersebut, mengantungkan doa dan harapannya agar dikabulkan.

FamTrip Semarang Hebat 2018
Pohon Bodi

Tak terasa hari menjelang sore, masih ada satu kunjungan lagi sebelum kami makan malam. Bergegas naik ke dalam bus, lokasi wisata selanjutnya adalah mengunjungi Kota Lama Semarang. Untuk area ini aku sudah beberapa kali mampir, dan banyak aktifitas yang bias kalian lakukan saat bertandang kesini, mengambil gambar bangunan kuno dan tembok2 yang instagramable, mencoba kuliner yang ada di Kota Lama dan café café lucupun juga ada lho.

FamTrip Semarang Hebat 2018
Gereja Blenduk di Kota Lama

Kami diajak mengunjungi Semarang Kreatif Galery, yang mana di dalamnya ada ruang pameran hasil kerajinan tangan dari beberapa pengrajin. Berbagai jenis kerajinan yang dikerjakan dengan cara masih tradisional, bisa kita lihat disini, dan apabila berminat untuk memilikinya, bisa langsung dibeli lho.

FamTrip Semarang Hebat 2018
Semarang Kreatif Galery

Kamu pengumpul barang antik atau yang sudah jadoel alias jaman dulu, bisa mampir ke pasar yang lokasinya dekat dengan taman Sri Gunting di Kota Lama. Di sini mau cari barang barang jaman kita kecil pun juga ada, bahkan ada beberapa teman blogger yang usianya masih muda, tidak pernah melihat barang atau alat alat tersebut ada pada jaman nya, seperti misalnya telepon koin, mesin ketik manual dan masih banyak lagi.

FamTrip Semarang Hebat 2018
Pasar Barang Antik

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 07.00 malam, sesuai dengan waktu yang sudah disepakati, kita semua kumpul kembali dan menuju Toko Oen, yang ada di Jalan Pemuda no 52, Bangunharjo. Di resto yang memang salah satu café legendaris di Semarang, kami akan menikmati makan malam, sekaligus bersilahturahmi dengan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Ibu Masdiana Safitri SH. Dimana dalam kesempatan ini, beliau juga menyampaikan program program yang akan dilakukan ke depan, sehubungan dengan tujuan meningkatkan Pariwisata di Semarang sehingga bisa meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan semua masyarakat.

Acara hari pertama FamTrip Semarang Hebat 2018, ditutup dengan penyerahan secara simbolis selendang batik Semarangan oleh Ibu Masdiana Safitri kepada beberapa wakil blogger, tanda ucapan selamat dating dan dilanjutkan menyantap hidangan yang sudah disediakan.

FamTrip Semarang Hebat 2018
Sambutan dari Ibu Masdiana Safitri, SH

Alarm di handphone aku sudah berbunyi, rasanya kelopak mata masih bertaut dan tak ingin dipisahkan, tapi aku harus segera melakukan “morning rutine” aku supaya tidak terlambat. Hari kedua FamTrip Semarang Hebat 2018, akan start mulai pukul 08.00 pagi, tentunya sebelum memulai perjalanan, aku harus sarapan terlebih dahulu di hotel.

Tepat pukul delapan, semua teman blogger dan sebagian Kenang Denok sudah berada di dalam bus. Lah, hampir lupa menyebut nama Mbak Novri, siapakah dia? Mbak yang satu ini ada tour leader selama perjalanan FamTrip Semarang Hebat 2018. Jadi kemana arah kunjungan kita, selalu diumumkan oleh mbak yang nggak pernah kehabisan energy untuk bercerita dan berkelakar supaya kita tidak bosan di dalam bus.

Tujuan pertama di hari kedua, adalah Kampung Pelangi, tapi saat bus kami mau parker, eh malah ketemuan ama bus pariwisata punya Semarang, yang diberi nama Si Kenang. Kami dipersilakan untuk masuk dan melihat fasilitas mewah yang ada di dalam bus dengan warna merah menyala ini. Bus double dekker ini siap membawa wisatawan lokal, domestik dan mancanegara untuk berkeliling Kota Semarang dengan gratis, sangat nyaman lho, kapan aku juga pengen cobain naik Si Kenang.

FamTrip Semarang Hebat 2018
Si Kenang, Yuk muter muter Semarang

Sebelum berjalan menuju Kampung Pelangi, kami mampir ke Taman Kasmaran yang ada di Jalan Dr. Sutomo, Randusari. Dari taman ini, kalau kita naik ke lantai dua dari bangunannya, kita bisa berfoto dengan latar belakang Kampung Pelangi. Sedangkan untuk lantai satunya difungsikan sebagai tempat wisata kuliner. Sedangkan di samping taman kasmaran ini banyak kios yang berjualan tanaman bunga.

FamTrip Semarang Hebat 2018
Taman Kasmaran

Selamat datang di Kampung Pelangi, lokasinya berdekatan dengan Taman Kasmaran. Mendengar kata kampong pelangi, sudah pasti terbayang sebuah kampong dengan cat warna warni. Selama aku melakukan perjalanan Explore Indonesia, ini kampung ketiga yang berkonsep hampir sama, pertama di Jodipan Malang. kedua saat berkunjung ke Pulau Kei dan yang ketiga adalah punya Semarang.

FamTrip Semarang Hebat 2018
Kampung Pelangi

Ada beberapa akses gang untuk bisa masuk ke Kampung Pelangi, kita bisa memilih dan mungkin bertanya terlebih dahulu, Gang mana yang tanjakan nya tidak terlalu tinggi, tapi kalau yang mikir. mau sambil membakar lemak, justru carilah yang tanjakannya tajam hehe.

FamTrip Semarang Hebat 2018
Semarak Warna Warni

Untuk Kampung Pelangi di kota Semarang ini, akan lebih bagus kalau kalian melihatnya dari atas, karena akan lebih tampak warna warni serta jajaran rumah yang tak beraturan sehingga malah menambah nilai estetik saat diambil gambarnya. Kalau mau berkunjung kemari aku sarankan sore hari tapi sebelum gelap ya.

FamTrip Semarang Hebat 2018
Payung penambah keren

Selesai menjelajah Kampung Pelangi, sekarang kami semua diberi kesempatan untuk belanja oleh oleh yang berupa snack khas Semarang, dan tujuan kami adalah di Bandeng Juwana. Toko oleh oleh ini, sudah ada sejak dahulu dan punya beberapa cabang. Beberapa kali ke Semarang dan aku selalu mampir ke toko oleh oleh ini.

FamTrip Semarang Hebat 2018
Bandeng Juwana

Bicara oleh oleh khas Semarang, kalau diminta menyebutkan, aku akan bilang Bandeng, Moci, Lumpia dan Wingko. Tapi ada juga yang menyebut Wingko itu dari Babat, tapi kalau yang namanya oleh oleh yang dibeli di satu kota, lebih gampangnya itu aku anggap oleh oleh dari kota tersebut hehe.

FamTrip Semarang Hebat 2018
Beli oleh oleh khas Semarang

Kunjungan berikutnya adalah sebuah Kampung yang ada di daerah Gunung Pati, sempat “kebablasan” dan justru kampungnya terlewat, sehingga bus sedikit mengalami kesulitan untuk berputar arah, karena jalanannya tidak terlalu lebar, untungnya driver kami sangat handal sehingga semuanya bisa teratasi.

Begitu turun dari bus, kami disambut dengan ramah oleh warga lokal dari Kampung Malon, saling bersalaman dan kita membaur jadi satu sambil berkenalan, serta mendengarkan penjelasan singkat mengenai Kampung Alam Malon dan aktifitas apa saja yang bakal kita lakukan selama di sini.

FamTrip Semarang Hebat 2018
Selamat datang di Kampung Alam Malon

Kampung Malon ternyata merupakan perkampungan batik, yang mana warganya membuat kain batik dari masing masing rumahnya. Mulai dari batik cap, tapi juga ada batik tulis. Yang menjadi ciri khas dari kain batik dari kampung ini adalah motif yang digunakan adalah bergaya Semarangan dan Gunung Pati. Jadi kalau diperhatikan secara detail, akan terlihat ada gambar durian, jambu, bunga selayaknya motif jamak flora dan fauna.

FamTrip Semarang Hebat 2018
Batik Semarangan

Selain melihat ibu ibu yang sibuk membatik, kami juga diajak berkeliling mengitari asrinya Kampung Alam Malon. Awalnya menuju kebun yang banyak tanaman bermanfaat, seperti ubi, buah jeruk dan durian. Termasuk juga tanaman yang digunakan sebagai pewarna batik Malon.

Kami juga menuju Padepokan Ilir Ilir yang lebih “adem” dibandingkan kebun tanaman yang terbuka dan langsung bersentuhan dengan sinar matahari. Lamat lamat terdengar suara alunan music yang sangat mendayu, ternyata para ibu ibu, sedang memainkan alu dan lesung dengan penuh irama. Di Padepokan ini banyak sekali kegiatan warga kampung Malon yang dilaksanakan di sini, termasuk untuk pengajian, belajar seni dan budaya dan kegiatan olah raga tradisional seperti “Egrang”.

FamTrip Semarang Hebat 2018
Aktifitas di Kampung Alam Malon

Karena saat berada di Kampung Alam Malon, bertepatan dengan waktu makan siang, maka kami berkesempatan untuk mencicipi makanan dan minuman khas dari desa wisata ini. Melihat makanan yang sudah disajikan, dan melihat menunya sangat mengundang selera, akupun tak bisa menghindar untuk menelan air liur terlebih dahulu sebelum dipersilakan makan hehe.

FamTrip Semarang Hebat 2018
Makan Siang di Desa Malon

Menu makanan yang jadi andalan dari Kampung Malon adalah Sate Krembis, dimana ini adalah sate sebagai mana adanya, tapi bedanya isinya adalah potongan daging ayam dan tempe yang dibentuk kotak kotak kecil. Untuk bumbu yang digunakan adalah saos kacang yang sedikit pedas. Pokoknya kalian harus cobain sate Krembis, karena aku baru sekali makan dan ketagihan.

FamTrip Semarang Hebat 2018
Sate Krembis

Sedangkan untuk minuman yang jadi ciri khas kampung ini dinamai sama dengan nama kampung nya yaitu Wedang Melon. Minuman ini terbuat dari bahan rempah rempah seperti jahe, kapulaga, kayu manis, jeruk purut, pandan, dicampur susu segar, dikasi gula jawa dan irisan daging kelapa muda. Gimana rasanya: hangat, sedikit pedas, segar dan pastinya bagus buat badan kita.

FamTrip Semarang Hebat 2018
Wedang Malon

Hampir setengah hari kami habiskan di Kampung Alam Malon, saat nya harus berpamitan dan melanjutkan perjalanan dari FamTrip Semarang Hebat 2018. Kali ini kami dibawa ke kawasan hutan di Tinjomoyo, Kelurahan Sukorejo, masih masuk di kawasan Gunung Pati. Namanya Pasar Semarangan, dikelola oleh 17 Kelompok Sadar Wisata, dibuka sejak tanggal 07 Maret 2018, alias masih baru lho. Hanya beroperasi hari Sabtu pada pukul 15.00 – 21.00.

FamTrip Semarang Hebat 2018
Pasar Semarangan

Yang menariknya, meskipun menggunakan nama pasar, tapi memberikan edukasi kepada penjual dan pembeli untuk masuk ke dunia transaksi modern, dimana untuk membeli makanan, minuman dan souvenir yang ada di sana, kita harus menggunakan kartu tapcash dari BNI, dimana kartu tersebut bisa didapatkan dekat pintu masuk dan sekaligus ada counter untuk top up uang di dalam kartu yang bertuliskan Semarang Hebat.

FamTrip Semarang Hebat 2018
Kartu TapCash BNI buat Semarang Hebat

Berbagai macam makanan dan minuman yang dijual di sini, mulai dari menu local khas semarang, menu yang berasal dari Chinese dan arab. Aku cobain makan mie Kong dan minuman segar es Melon, belum puas satu menu, aku cicipin juga nasi Kebuli yang bikin merem melek. Seandainya, tidak mendapat panggilan untuk segera ganti baju dan balik ke Bus, kemungkinan aku akan pesen makanan yang lain karena kalap hehe.

FamTrip Semarang Hebat 2018
Kuliner Semarang yang beraneka ragam

Dari Pasar Semarangan, kita harus langsung hadir di acara puncak dari rangkaian FamTrip Semarang Hebat 2018, yaitu Semarang Night Karnival dengan tema Kemilau Semarang 2018. Seperti acara tahun tahun sebelumnya, menyajikan konsep yang hampir sama, tapi pastinya semakin Akbar dalam perhelatannya. Ribuan masyarakat Semarang berbaur dengan wisatawan local dan mancanegara, termasuk kami para blogger dan kuli tinta yang siap meliput berita.

FamTrip Semarang Hebat 2018
Kemilau Semarang 2018

Sambutan dari Walikota Semarang, Bapak Hendrar Prihadi yang kali ini juga berkesempata memberikan sumbangan untuk pembangunan pemukiman yang kurang layak. Kata sambutan dari beliau, lebih ke tema ucapan terimakasih kepada semua kalangan yang selama ini membantu menciptakan Semarang Makin Hebat dan tentunya yang bikin kami para blogger bangga, beliau tak pernah lupa untuk menyapa kami dalam selipan kata sambutanNya. Sukses terus ya Pak Walikota. Kami bangga dengan Bapak.

FamTrip Semarang Hebat 2018
Sambutan dari Bapak Hendrar Prihadi

Kemilau Semarang 2018, kali ini mempunyai 4 sub tema, yaitu Butterfly, Art Deco, Sea dan Asem. Masing masing tema mempunyai makna, Butterfly yang sering digambarkan dalam batik semarangan melukiskan kehidupan flora dan fauna khas pesisir, Art Deco menggambarkan bangunan kota lama yang menjadi kebanggaan kota Semarang, Sea menceritakan kekayaan laut karena Semarang bersisian dengan laut Jawa, Sedangkan Asemadalah berkenaan asal usul dari nama kota Semarang. Wow … seru khan.

FamTrip Semarang Hebat 2018
Salah satu peserta parade Kemilau Semarang 2018

Yahhhh…FamTrip Semarang Hebat 2018 harus berakhir malam ini, dengan selesainya Semarang Night Carnival, rangkaian perjalanan aku bersama teman teman blogger juga harus disudahi. Rasa sedih karena harus berpisah pasti kami rasakan semua, pertemun selalu ada kata pisah, tapi kami bahagia, karena bisa saling kenal dan belajar satu dengan lainnya. Dari semuanya, juga terbayar oleh keberhasilan kami semua untuk membuat Hashtag SNC2018 menjadi Trending Topic no 1 pada malam perhelatan Semarang Night Carnival 2018. Yessss… akhir kata buat teman teman blogger semua, terimakasih dan “see you, when I see you again”

Trip Semarang Hebat 2018
#SNC2018 Trending Topic

Pengen baca artikel tentang Semarang, yuk klik semua link teman teman aku dibawah ini:

1. Deta :

Blog https://www.kulkasgendong.com/2018/05/foto-semarang-night-carnival-memakai-kamera-sony.html

2. Muslifa :
Blog https://www.muslifaaseani.com/2018/05/berjuta-vitamin-sea-di-semarang-night.html
Youtube https://youtu.be/3Boh5DuGSGc

3. Danan :
Blog https://dananwahyu.com/2018/05/08/ketika-little-netherland-bermetamorfosis/
Vlog https://youtu.be/4BBhUt3RJ0g

4. Lenny :
Blog http://www.len-diary.com/pasar-semarangan/
Blog http://www.len-diary.com/kampung-pelangi/

5. Gus Wahid :

Vlog https://youtu.be/0duD-jVFtKo

6. Prima :
Vlog https://youtu.be/Xctq2ACaW5s
Blog http://www.primahapsari.com/2018/05/semarang-night-carnival-2018.html

7. Khairul Leon:
Vlog https://www.youtube.com/watch?v=C1XxF_r90ZE
Blog http://www.khairulleon.com/2018/05/sehari-wisata-religi-ke-masjid-agung-jawa-Tengah-Semarang.html

8. Adityar :
Vlog https://www.youtube.com/watch?v=PhGVRkx30mM&feature=youtu.be

Blog https://www.planetyar.com/2018/05/SemarangBag1.html

9. Gio
Blog http://disgiovery.id/wisata-religi-semarang-hebat/

Blog http://disgiovery.id/wisata-budaya-semarang-hebat/

10. Ejie

Blog pasar semarangan

Blog https://ejiebelula.blog/2018/05/18/menjenguk-duplikasi-payung-masjid-nabawi-di-masjid-agung-jawa-tengah/

11. Mauren

Blog https://telusuri.id/kampung-alam-malon/

12. Wenda

Blog http://www.mysweetescapediary.com/10-destinasi-wisata-kota-semarang-wajib-kunjung/

13. Imama
Blog http://www.imalavins.com/2018/05/semarak-semarang-night-carnival-2018.html

13 COMMENTS

  1. Wahh mantap kohh. Lengkap!
    Aku pengen banget itu ke MAJT 🙁
    Semarang ini masih cukup asing buatku, soalnya kalau ke Semarang pasti cuma transit 1-2 jam. Jadi belum sempet muter-muter. Huhuhu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here