Sanggar Sekar Laras, Majalengka

    6
    161
    Sanggar Sekar Laras
    Sanggar Sekar Laras

    Majalengka, 12 Oktober 2019

    Hari menjelang sore, ketika aku sampai di salah satu desa di Majalengka, kendaraan melintas di jalanan kecil, penuh sesak dengan orang berjualan makanan, minuman, mainan, sampai pakaian dan perlengkapan apapun ada. Ternyata ini adalah Pasar Senggol yang selalu ada di hari Sabtu.

    Tujuan aku datang ke sini, untuk bertemu dengan Mas Darto, seniman asal desa Bongas Kulon, Kecamatan Sumberjaya. Mempunyai nama asli Darto Je, pendiri Sanggar Sekar Laras yang beralamat di Jalan MT Haryono no 80, RT 03 RW 01 Blok Sabtu dan penggiat kesenian tradisional. Beliau juga seorang pawang Sintren generasi ke-4, penari topeng dan pengrajin topeng. Mempunyai banyak pengalaman sebagai duta seni, baik di dalam negeri maupun mancanegara seperti Bangkok, Vietnam, Komboja dan Austria. Sekarang Mas Darto menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Majalengka.

    Setelah mendapat tempat parkir untuk kendaraan yang aku tumpangi, segera menuju rumah Mas Darto, yang juga dipakai untuk Sanggar Sekar Laras, sangatlah mudah untuk menemukan lokasinya, karena beliau sangat dikenal oleh warga sekitar. Begitu masuk ke dalam, nampak panggung pertunjukan, yang lengkap dengan gamelan, sound system dan lighting, serta pernak pernik penunjang pementasan.

    Sanggar Sekar Laras
    Panggung Pertunjukkan

    Di sisi lain, terdapat tempat duduk para pengunjung, yang ingin menyaksikan pementasan, persis di depan panggung pertunjukan. Sebelum pertunjukan berlangsung, aku sempat berbincang dengan Mas Darto, mengajukan beberapa pertanyaan yang ada di benak aku, salah satunya tentang apa itu “Sintren”, kok sampai beliau disebut sebagai Pawang. Ternyata Sintren adalah kesenian rakyat yang mengandung unsur magis, tentang pencarian Dewi Sulasih dan Pangeran Suliandono.

    Sanggar Sekar Laras
    Tempat duduk pengunjung

    Tak terasa, obrolan kami membawa senja menuju malam, saat nya pementasan tarian dimulai, dibuka dengan Tarian Topeng Klana, tarian ini diperagakan oleh penari yang sudah piawai. Menggambarkan kegagahan dan pencapaian manusia tentang duniawi, namun tak menemukan kebahagiaan hakiki, sehingga yang ada hanyalah kerakusan dan ketamakan. Mataku seakan tak berkedip, menyaksikan alur tarian mulai dari awal hingga akhir.

    Sanggar Sekar Laras
    Tari Topeng

    Selanjutnya, muncul dari kira kanan panggung, 6 penari yang berparas ayu, rata rata masih kecil, tapi sangat luwes mengikuti alunan musik. Mapag Indung, nama tarian nya, merupakan tarian ritus tentang penyambutan (mapag) ibu/bibit (indung), tarian ini sebagai tarian pembuka atau penyambutan kepada siapapun yang datang ke Majalengka pada umumnya dan Sanggar Sekar laras pada khususnya.

    Sanggar Sekar Laras
    Tari Mapat Indung

    Sungguh menyenangkan, mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Sanggar Sekar Laras, milik Mas Darto. Aku melirik jam tangan, waktu sudah menunjukkan pukul 21.30, meskipun rada berat, tapi aku harus beranjak meninggalkan sanggar. Seandainya waktu masih Panjang, sebenar nya Sanggar Sekar Laras, mempunyai Paket Pertunjukan yang lengkap dengan menyajikan Tari Mapag Indung, Tari Topeng, Jaipong, Sintren, Tutorial Angklung. Aku kembali berjalan menuju kendaraan, serta membawa sebuah kenangan yang terlupakan.

    Sanggar Sekar Laras
    Wayang

    SANGGAR SEKAR LARAS

    Alamat: Bongas Kulon, Kec. Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat

    Telepon: 083823191565

    SHARE
    Previous articleTrip Semarang Bareng Rooms Inc
    Next articleTaman Batu Gunung Karang Majalengka
    Hidup adalah sebuah perjalanan. Sebuah perjalanan selalu memberikan makna yang mendalam. Percaya atau tidak, datang ke destinasi yang sama sekalipun, kalian akan selalu mendapatkan cerita yang berbeda. Jadi jangan pernah merasa bosan untuk melakukan perjalanan, terus melangkah dan bagikan pengalaman kalian kepada orang lain, layak nya aku seorang KoperTraveler

    6 COMMENTS

      • iya len, sempat aku bicara ama mas Darto, sehingga tahu makna dari masing masing tarian, tapi memang ke depannya harus ada waktu khusus buat menggali kepada sumber yang tepat ya

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here