My Dream Comes True

3
842
Suasana Kopi Oey, sebuah tempat nongkrong di kawasan “kota” Jakarta sedikit lengang malam ini, sambil menikmati kopi hangat dicampur susu, aku berbincang santai dengan seorang teman dari sebuah majalah travel kenamaan di Indonesia. Di sela canda tawa, Mbak Chika menawarkan sebuah survey trip yang bikin aku sumringah, tujuan nya ke BANDA NEIRA. Tanpa pikir panjang langsung mengiyakan, alasan yang paling mendasar adalah, lokasi wisata ini yang menjadi Dream Destination aku dan pernah ditayangkan di Blog aku pada tgl 17 Agustus 2015 dalam rangka posting bareng bersama teman teman Travel Bloggers Indonesia
Sudah jadi rencana kalau sepanjang hari ini bakalan nggak tidur, karena selain banyak kegiatan sejak pagi hingga malam, aku juga belum packing untuk keberangkatan ke Banda Neira, tapi tetap saja semangat menggebu gebu karena mimpiku benar benar terwujud, meskipun belum ada bayangan seperti apa di sana nantinya, yang penting niat aku untuk explore Banda Neira sudah di depan mata.
Sekitar pukul 22.10 sudah berada di Bandara Soekarno Hatta dan melakukan proses check in, pesawat yang bakal membawa aku terbang ke Ambon masih 2 jam lagi baru boarding, masih cukup waktu buat aku mengisi perut, mengingat bakalan berada di pesawat cukup lama untuk sampai di tujuan yaitu Bandara Pattimura.
Keberuntungan sedang berpihak banget nih, waktu boarding tidak molor sama sekali, alias pesawat nggak delay, aku melenggang santai menuju pesawat yang akan membawa aku terbang dan pastinya bersiap buat molor hehe…memberikan sedikit keributan dengan suara ngorok aku.
….ZZZZZzzzzZZZZ

Hoaammmm, mata masih berat ketika salah satu wanita cantik yang bertugas di pesawat, kalau nggak salah disebut Pramugari ya hehe…(maklum belum sadar banget) membangunkan aku sekalian meminta aku menegakkan sandaran kursi, ini artinya sudah mau mendarat. Menengok jam tangan masih pukul 04.30 WIB dan itu artinya di Ambon sudah 2 jam lebih cepat, supaya nggak bingung aku langsung menyamakan dengan jam setempat.
Keluar dari bandara, mobil jemputan yang dipesan sudah siap membawa aku dan teman teman menuju Pelabuhan Tulehu, pelabuhan yang menjadi penghubung kota Ambon dengan beberapa pulau di sekeliling nya. Ketika sampai di sana, meskipun tempat kapal bersandar masih sepi, tapi loket penjualan tiket sudah mulai ramai. Dari jadwal yang ada Kapal Express Bahari dari Tulehu ke Banda Neira akan diberangkatkan pukul 09.00, masih ada waktu buat mengisi perut lagi dengan estimasi perjalanan selama 5 sampai 6 jam.

Pelabuhan Tulehu

Masuk ke dalam kapal ber AC dengan memilih duduk di Kelas Eksekutif mulai dari pukul 08.40 dan kapal cepat baru jalan tepat jam 09.30; masih beruntung nggak lebih dari sejam delay nya, maklum lah beda dengan pesawat yang ada pemberitahuan meskipun klise karena alasan operasional, kalau naik kapal cepat palingan penumpang yang sibuk tanya kiri kanan, jam berapa jadi berangkat.
Bulan September harus nya ombak masih belum besar, tapi kali ini kenyataan yang ada selama perjalanan cukup terasa kalau kapal ini melewati deburan air yang cukup keras. Untung nya aku bisa tidur sepanjang perjalanan, sesekali terbangun karena goncangan dan melihat jam tangan, memastikan sudah berapa lama aku di dalam kapal besi ini.
Tepat pukul 15.30 laju kapal semakin lambat dan melihat dari dalam jendela, beberapa kapal speedboat kayu yang tidak terlalu besar mendekat ke arah kapal yang aku tumpangi, dan aku yakin ini pasti perairan di Pelabuhan Banda Neira…
Benar juga, nggak berapa lama semua penumpang berebut turun dari kapal, mungkin sudah terlalu bosan di dalam dan ingin segera menghirup udara luar. Begithu keluar dari pintu, aku sudah bisa melihat tulisan Pelabuhan Banda Neira.

Perairan Banda
Pelabuhan Banda Neira

Nah, pelabuhan ini berada di Kampung Nusantara, Pulau Neira; dari pelabuhan ini asal kita kuat jalan kaki anggap aja olah raga, ke mana pun bisa kita tempuh. Termasuk saat aku mau menuju ke penginapan dimana selama 4 malam aku akan tinggal, jalan kaki selama kurang lebih 15 menit melewati perkampungan warga setempat dan masuk ke gang kecil, merupakan jalanan pasar kelontong yang merupakan pusat perdagangan di daerah ini, sampai akhirnya aku berdiri di depan pintu dengan tulisan WELCOME TO VITA

Guest House Vita

Don’t Judge the Book from the Cover, tapi emang nggak salah kalian kok pas liat foto pintu masuk Guest House ini, underestimate juga sembari masih mengangkat koper yang aku bawa, tapi itu hanya terjadi sesaat, karena melihat reaksi teman teman yang sudah terlebih dahulu masuk dan antusias terdengar dari obrolan mereka, membuat aku melangkah pasti memasuki penginapan ini dan memang tidak salah pilih, karena begithu showing kamar, dada ini terada lega. Sebuah kamar sederhana tapi bersih lengkap dengan kamar mandi dalam dan AC.

Twin Bed Room
Double Bed Room

Ditambah lagi sembari memilih kamar, aku bisa langsung bisa melihat bahwa Guest House ini memiliki halaman yang luas dan terbuka, dengan tempat duduk seperti rumah joglo yang menjorok di pinggir laut berada di ujung sebelah kiri. Dan ini terbukti saat keesokan hari aku bangun dan ingin menikmat sarapan pagi (favorit aku nasi kuning), tempat yang paling nyaman dan belum tentu dimiliki oleh penginapan yang lain adalah duduk di pelataran belakang sambil melihat pemadangan indah Gunung Api Banda.

Halaman Luas dan Asri
Nasi Kuning
Pemandangan Gunung Api Banda
Jadi, sekarang kalau ingin ke Banda, kalian tidak usah ragu lagi karena sudah mempunyai gambaran berapa kira kira biaya yang harus dikeluarkan, rutenya melalui mana dan mau memilih penginapan apa.
Petualangan aku di Banda masih belum selesai dan akan berlanjut di cerita berikutnya mengenai keseruan nya. Yang pasti My Dream Comes True

Vita Guest House
Jl. Pasar Nusantara, Banda Neira
Maluku
Indonesia
Telp: 0910-213332; 0910-21347
HP: 081247067099                                                  

SHARE
Previous articleTHE 1O1 Legian is rebranding to be THE ONE Legian
Next articleWelcome To Blue Moon Villas
Hidup adalah sebuah perjalanan. Sebuah perjalanan selalu memberikan makna yang mendalam. Percaya atau tidak, datang ke destinasi yang sama sekalipun, kalian akan selalu mendapatkan cerita yang berbeda. Jadi jangan pernah merasa bosan untuk melakukan perjalanan, terus melangkah dan bagikan pengalaman kalian kepada orang lain, layak nya aku seorang KoperTraveler

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here