Lets Go to Aceh

2
1036
Sunrise di Aceh
Hai Gaes, apa khabar? Masih inget ama aku khan, kalau lupa mah kebangetan, baru juga beberapa minggu nggak nulis kok sudah dilupain. Liputan kali ini cie cie … liputan githu lho, Biar keren dan heitsss (ambil istilah dari temen juga nih hehe)
Okay, untuk mempersingkat waktu dan tidak terlalu bertele tele aku mulai ceritanya ya. Udah pada baca judulnya nya, so pasti isinya akan sesuai, jadi jangan mikir ke daerah lain ya, Focussss
Semuanya berawal dari brosur ini, so pasti sebagai pencinta laut aku langsung tertarik dengan iming iming dari sebuah majalah Get Lost (bukan iklan lho ya, tapi kalau pas yang punya baca, siapa tahu bisa dapat referensi hehe…ngarep.com) apalagi dengan tulisan besar EXPLORE INDONESIA goes to Banda Aceh dan Pulau Weh, cek tanggal keberangkatan dan sisa cuti masih ada, biaya yang harus dibayar mesti mikir juga trus liat tabungan hehe….tapi sekali lagi karena ada laut dan kota Aceh salah satu yang dikunjungi, segala cara dihalalkan. Yang ada di pikiran kapan lagi bisa ke Serambi Mekkah dan kalau sendirian juga akan bingung, karena berita yang sampai ke telinga, bahwa di Aceh adat istiadat daerah nya masih kental banget.

Hari Pertama
Yukkk kita mulai petualangan, tiba hari keberangkatan Gaes. Sehari sebelum nya aku sudah packing, berhubung ada info apa saja yang harus dibawa, maka semua dipersiapkan, terutama yang terpenting pakaian harus sopan dan tertutup, apalagi untuk kaum Hawa. Kecuali saat di Pulau Weh bisa sedikit lebih terbuka dan kalau sudah di pantai boleh swimsuit hehe…
Tepat pukul 06.00 aku sudah nangkring di Bandara Soekarno, seperti biasa juga meeting point sudah ditentukan, acara basa basi kenalan mulai dilaksanakan. Berhubung trip kali ini aku bukan peserta baru, jadi udah kebayang sok jadi panitya (say sorry to panitya nya hehe….) Mana kayak ala ala artis githu, tiap ketemu langsung cipika cipiki…
Keberangkatan dengan pesawat menuju ke Aceh tertera di tiket 08.45, semua peserta sedikit was was karena takut delay. Setelah lengkap, segera dipersilahkan masuk ke ruang tunggu, oiya hampir lupa nih, pas kumpul tadi diberi snack yang enak bikinan salah satu peserta yang tidak mau disebutkan namanya alias takut makin top hehe…bolu kukus, risoles dan sebotol air mineral.
Sambil menunggu boarding, beberapa peserta mulai saling mengenal dan terdengar canda canda kecil, tertawa juga masih dengan malu malu, tetapi ada sedikit kecewa, karena beneran mengalami keterlambatan pesawat nya. Udah nggak usah nangis bombay githu lah, panitya mulai menanyakan kepastian, sedangkan aku sibuk ngecharge HP supaya tidak mati gaya gaes, demi kalian juga nih supaya bisa photo photo.
Untunglah tepat pukul 10.00 pengumuman terdengar kalau pesawat siap diberangkatkan, segera berkemas dan masuk jalur antrian menuju pesawat, tak lupa sempatin mejeng di depan pesawat.
Beberapa peserta lama yang sudah mengenal aku. memberi peringatan kalau jangan “ngorok”di dalam pesawat hehe…ini imbas dari perjalanan yang sebelum nya. Tetapi untung nya flight ke Aceh pagi ini tidak terlalu rame, banyak bangku kosong (tapi ini bukan judul film horror ya) sehingga setelah lepas landas aku pindah ke kursi yang rada depan. Tidur bisa nyenyak dan tahu tahu terdengar pengumuman bahwa pesawat segera mendarat di Bandar Internasional Sultan Iskandar Muda, Proses pengambilan bagasi dan pembagian kendaraan untuk tour di darat pun dilaksanan,
Welcome to Aceh Gaes….
Sesuai dengan jadwal yang sudah tertera di itenarary, tujuan pertama adalah makan siang dan memang ini harus segera terlaksana, kalau tidak akan melakukan aksi mogok makan hehe…salah arah karena emang sudah kelaparan. Untungnya jarak antara bandara ke restonya tidak terlalu jauh, begithu mobil berhenti semua berhamburan menuju tempat duduk yang telah disediakan. Nama restonya Warung Nasi Hasan 3 Cabang Krueng Cut dengan menu andalan Ayam Tangkap (cerita mengenai makanan ini jangan sekarang ya, karena udah lemas hehe) dan tanpa aba aba yang jelas semuanya sudah siap dengan piring masing masing. Oiya tak lupa di meja sudah tersedia minuman Teh Kotak yang menjadi sponsor andalan dari perjalanan Explore Indonesia kesekian kali nya (masuk iklan lagi  hehe…thanks to nature thanks buat minuman gratisnya juga).
Selesai makan siang dan perut terasa kenyang, jadinya malah ngantuk lagi hehe…jujur saking enaknya lauk yang disajikan, aku nambah nasi sampai 3 piring. Pertanyaan nya lapar atau rakus ya hehe… Berhubung masih ada waktu sebelum menyeberang ke pulau Sabang, jadinya satu destinasi yang kita akan datangi, sambil menikmati kota Aceh dari dalam mobil dan melewati situs kuburan massal korban Tsunami, tak berapa lama kita sampai di Museum Tsunami Aceh, waktu yang diberikan tidak terlalu lama tetapi cukuplah buat explore isi di dalam nya.

Dari museum ini, mobil segera melaju menuju Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue (bacanya agak kelipet lipet khan lidah nya) dimana kapal ferry sudah menunggu kita pukul 16.00 menuju ke Pulau Sabang, Perjalanan dengan Express Cantika selama kurang lebih satu jam, kondisi di dalam kapal ferry cukup nyaman, sayang nya ada kendala 1 AC mati, jadinya rada panas, tapi berhubung capek jadi tidurpun tetap pulas. Tak terasa tahu tahu sudah sampai di Pelabuhan Bebas Sabang, yang artinya kita mulai bisa lebih bebas dalam berpakaian, tidak terlalu tertutup seperti di kota Aceh,

Proses bagasi lagi, tapi kali lebih cepat karena tanpa masuk pemeriksaan kayak di bandara, tetapi langsung ambil dan terdengar seruan panitya menyarankan kepada semua untuk segera masuk ke dalam mobil. Cuaca cukup cerah sore ini, sehingga sebelum ke hotel kita diajak untuk berfoto di tulisan I love Sabang dan menikmati sunset pertama di Sabang Hills.

Beautiful, itu komentar sebagian besar peserta, Matahari beranjak turun dan hari mulai gelap, masih ada rangkaian acara yang harus dijalani yaitu makan malam, check hotel dan perkenalan antar para peserta yang pastinya berlangsung seru, saling melepar candaan dan timpalan kata kata yang tujuan semaunya adalah untuk keakraban 3 hari ke depan atau bahkan ,selamanya serta resmi masuk ke dalam Get Lost Family. Hotel selama di Sabang namanya Freddie s Santai Sumur Tiga, suasana nya cukup membuat jatuh cinta sejak pandangan pertama. (ayo ayo nggak usah pakai nari nari ala India githu)
Hari Kedua
Hoahhhhmmmm….alarm tetangga di ranjang sebelah berbunyi, sedangkan yang punya alarm tetap tertidur hehe…aku juga mikir alarm aku justru belum bunyi, padahal aku pasang jam 05.00, karena pengumuman dari Mas Anton yang merupakan pimpinan dari tour, hari ini mau liat sunrise dan start pukul 05.30, ternyata masih satu jam lagi dari jam yang ditentukan.
Sambil menunggu waktu aku berkomunikasi lewat whats app, mencari tahu siapa saja yang sudah siap siap, dan ada muncul picture yang tertulis bahwa subuh di Sabang pukul 6.38….gubrak langsung pengen nya pingsan lagi hehe…kepagian cuy pasang alarmnya…. Tapi berhubung sebagian peserta patuh pada pimpinan, jadinya malah saling panggil dan sesuai dengan jadwal aku ikutan kumpul hehe…dan sebagian peserta yang memang hobby lari juga sudah ada di depan pintu kamar, siap dengan busana yang heitsss siap lari keliling pinggiran pantai, tapi ini bukan lari dari kenyataan lho Gaes, lucunya lagi sempat ditegur ama orang hotel karena terlalu berisik dan tamu lain nya masih lelap hehe
Udah nggak boleh complain secara frontal, nanti malahan dikeluarin dari group hehehe…kidding nggak sebegithu nya juga kale. Ambil positifnya saja, siapa yang bangun pagi, akan mendapat rejeki lebih banyak. Dan memang benar, cuaca pagi ini sangat cerah dan kita mendapat foto sunrise yang sangat bagus, ada juga yang menikmati pantai menjelang matahari terbit dengan duduk berduaan di tepi pantai (sebenarnya bertiga, karena ada yang motoin hehe…)
Puas dengan sesi foto sunrise, menikmati makan pagi di resto yang sudah disediakan, saat nya kita berangkat untuk explore Sabang. Tujuan pertama adalah pantai terdekat dari hotel, sudah pasti sesuai rute karena supaya nggak muter muter kayak gasing hehe...Pantai Kasih dengan karakter pasir putih dan ombak cukup besar tadi masih sepi pengunjung.
Jangan bosen ya…karena hari ini destinasi kita banyak yang berhubungan dengan air, jadi kalau haus tinggal diminum hehe…lhooo apa hubungan nya. Selanjutnya kita diajak melihat Danau yang bernama Anaek Laot, yang namanya peserta Get Lost nggak ada matinya untuk mendapatkan spot foto yang bagus, meskipun harus melewati jembatan kayu yang sudah rada reyot juga dijabani…
Dari dataran yang rendah, kita sekarang diajak naik ke ketinggian, tapi nggak jalan kaki kok, tetep nangkring di mobil. Tujuan nya melihat beberapa pulau di tengah lautan yang memang sangat indah, satu pulau yang menjadi ikon foto foto adalah Pulau Klah, pulau yang nampak dari kejauhan tidak terlalu besar dengan dinding seperti bukit kapur, secara bergantian semua peserta mendapat sesi foto sendiri sendiri dan bahkan ada yang nambah minta difotoin di mana mana hehe…
Nah, berhubung hari ini Jumat, maka rombongan dibagi 2 karena ada sebagian yang harus menjalankan sholat jumat, jadi buat yang non muslim dan wanita diajak langsung ke tempat makan siang, menu nasi Padang yang menjadi sajian siang ini. Ini skip aja ya, karena yang namanya nasi Padang di mana mana hampir sama menunya hehe…sambil menunggu rombongan yang menunaikan ibadah selesai, maka kita diajak melihat pantai yang karakter nya tidak jauh beda dengan pantai yang pertama dikunjungi tadi pagi, namanya Pantai Gapang
Oiya ada bedanya dikit, di pantai ini ada Ban bekas yang digantung dengan tali dikaitkan di dahan pohon, sehingga kita bisa bermain ayun ayunan, termasuk aku yang sebesar gaban ini mencoba dan sampai jatuh terkulai karena putaran hot. Mas Arif koordinator tour lokal mendapat kontak kalau rombongan lain nya sudah siap bergabung kembali dan langsung bertemu di lokasi tujuan berikutnya, yaitu Pulau Rubiah, Kegiatan yang akan dilakukan di sini adalah snorkling, jadi begithu sampai semua menuju ke penyewaan alat snorkling dan pelampung, berganti baju dan siap untuk berenang, untuk menuju titik snorkling kita diantar oleh kapal kayu. Mengambil beberapa foto underwater meskipun sedikit rada susah karena airnya tidak terlalu jernih, tapi kelebihan nya jumlah ikan yang ada dalam hitungan ribuan karena saking banyak nya.
Sehabis melaut atau berenang dan selfie selfie di lautan, semua berkemas dengan mandi air tawar supaya tidak lengket dan bersiap ke lokasi dimana nantinya kita akan mendapat Sertifikat bahwa sudah pernah sampai ke lokasi tersebut, yaitu Kilometer Nol Indonesia, dan secara kebetulan atau tidak sampai di lokasi pas sunset nya turun, sehingga bingung mau ambil foto mana terlebih dahulu.
Hari beranjak gelap, rombongan sudah ngerasain jalan seharian, tiba saat nya makan malam dan dilanjutkan dengan membeli oleh oleh yang bisa dibawa pulang dari Pulau Sabang, karena ini malam terakhir kita di sini dan bermalam di Freddies Santai hiks….di situ kadang saya merasa sedih hehe…
Hari Ketiga
Telat bangun judulnya di sini, seperti biasa alarm tetangga sudah berbunyi tetapi karena aku sudah tahu jam nya aku tidak tergoda untuk mengecek jam berapa itu, karena sudah pasti 04.30 hehe…jadinya malah terlelap sampai pukul 07.40, loncat dari ranjang, langsung mandi dan berkemas, karena hari ini kita masih punya 2 destinasi lagi sebelum balik ke Aceh
Setelah semua koper dikumpulkan jadi satu mobil maka kita semua berangkat menuju Air terjun, lokasinya tidak terlalu jauh juga, tetapi jalanan atau trekking menuju ke dalam nya cukup lumayan juga tantangan nya, tapi sangat fun dan spot foto yang didapat cukup banyak, jadinya justru nggak terasa, air terjun nya dinamai Pria Laot, di sini aku juga menyempatkan untuk berfoto dengan temen temen blogger yang bikin aku makin terpacu buat menulis ( nanda dengan travelmulu.com ; yudas dengan yudasmoro.net ; rama dengan etaporama.com )
Karena waktu yang cukup mepet, maka durasi bermain di air terjun dibatasi. Destinasi selanjutnya adalah bunker Jepang yang memang wajib disambangin saat kita berada di Sabang, sebenarnya kalau dibaca dari tulisan lain, bunker yang ada di sini nggak hanya satu, melainkan ada beberapa, tapi cukup satu aja kale ya yang jadi contohnya, khan kita juga sudah merdeka dan nggak perlu lagi sembunyi di bunker bunker hehehe…Cerita sekilas saja, yang kita lihat dari lokasi bunker ini adalah perairan luas dari Laut Andaman, indah juga pemandangan nya.
Bye bye Sabang, karena saat nya kita harus naik kapal ferry lagi menuju ke Aceh….selama perjalanan di kapal ada fenomena yang berbeda, karena pada saat berangkat di hari pertama, sebagian peserta excited untuk naik ke atas kapal, sedangkan saat pulang semuanya memilih duduk dan tidur hehe…
Sampai di Aceh, tidak langsung ke hotel mealinkan kita mengunjungi 2 tempat wisata peninggalan tragedi tsunami yaitu Boat di atas rumah dan PLTD, jadi ini adalah kapal penumpang dan kapal pembangkit listrik yang terseret ombak tsunami sampai ke perkampungan warga. Cukup sedih mendengar cerita dari bapak yang menjadi saksi hidup tragedi tersebut.
Selesai mengunjungi 2 situs tragedi Tsunami, barulah kita diajak ke hotel untuk check in dan beristirahat, malam ini acara nya santai dan fun, yaitu makan malam dan ngerasain waroeng kopi di Aceh sambil pembagian doorprice. Juga kita sengaja menunggu samapi tepat pukul 12 malam, karena ada salah satu peserta yang berulang tahun dan diberi kejutan. (Dey, happy birthday to you, semoga berkesan surprise nya)
Hari Keempat
Pagi ini sudah dikasi tahu buat milih, kalau yang mau sembahyang subuh di Masjid Baiturrahman harus bangun pagi, kalau yang nggak mau juga gpp, alias boleh molor, yang penting pukul 09.00 harus siap di lobby untuk berangkat menuju sesi foto bersama di depan Masjid juga.
Kalau aku demi kalian Gaes, ikutan bangun pagi dan mengambil foto Masjid nya saat subuh mana butuh perjuangan karena harus naik betor alias becak motor dengan menembus dinginnya udara pagi, tapi sebenarnya meskipun tidak melakukan sembahyang subuh, aku bisa merasakan kebesaran Tuhan dengan suasana di sekeliling area ini.
Okay Gaes, meskipun kita jalan jalan untuk senang senang dengan menikmati alam, tak lupa juga giliran kita memberikan sesuatu untuk alam sebagai bentuk rasa terimakasih kita sesuai semboyan dari teh Kotak yaitu thanks to nature maka kita menutup rangkain perjalanan ini dengan melakukan CSR penanaman bakau di lokasi Ujung Pancu di mana tujuan nya adalah tindakan pencegahan jika suatu waktu terjadi ombak yang besar lagi masih bisa terhalangi dengan pohon pohon yang sudah kita tanam
So, waktunya pulang setelah melewati rangkain perjalanan selama 3 malam 4 hari, banyak kenangan yang pasti kita dapat, belajar saling mengenal satu dengan yang lain nya, bertoleransi atas perbedaan masing masing individu, dan itu merupakan sebuah anugerah yang bisa kita dapatkan sekaligus dinikmati. Dengan menulis perjalanan ini, akan menjadi kenangan juga buat aku dan kalian telah memberi warna dalam perjalanan hidup aku, karena di setiap perjalanan bagi aku selalu ada cerita. MISS U ALL…. GAES
Nah ini yang paling bawah boleh dibilang penting atau nggak penting, tapi biasanya di tulisan sebelum nya selalu ada Tips dari akoe, Biaya nya apa aja Gaes, kali ini aku skip aja ya, namun tetep aku mau kasih catatan kaki nya adalah :
Deep Inside of My Heart:
  • Sudah jelas yang paling awal adalah thanks to Ryan, Anton, Yudas, Paras, Chika, Hester, Robby, semuanya merupakan bagian dari Get Lost dan Panorama, yang telah menyelenggarakan trip ini, segala kesabaran dan pelayanan yang sudah lebih dari cukup. Dua jempol buat semuanya
  • Wenny, yang mengaku pacar walaupun hanya sebatas taxi hehe…bolu kukus dan risolesnya bikin merem melek, akhirnya dengan terpaksa aku sebutin namanya di sini
  • Buat yang menemani aku makan dengan porsi banyak ya Chika, sehingga nggak malu sendirian alias ada teman nya
  • Andi dan Rama, roommate aku selama trip kali ini, thanks sudah beri toleransi yang besar dengan membiarkan ngorok saat tidur, meskipun mendapat sedikit balasan dari bunyi alarm di pagi hari tepat nya 04.30 hehe…
  • Kiriman picture via whats app dipagi hari dari Mbak Uswah, yang akhirnya menyelamatkan kita semua dihari berikutnya untuk tidak perlu bangun terlalu pagi hehe…
  • Salut buat para runner sejati di trip kali, sehingga kalian memberikan sesuatu yang beda, dimana tetap konsisten menjaga kesehatan dengan lari dipagi hari, dan bukan nya lari dari kenyataan. Jiayoooo for Fai, Dey, Erry, Bayu, Iva dan Lise
  • Nanda, teman curhat dan sharing tentang apa aja termasuk blog dan sosmed, thanks buat oleh oleh dari Bali…selalu seru dengan kamu…
  • Reza thanks buat foto foto nya, karena beberapa moment yang tertangkap oleh kamera kamu adalah bagian dari foto foto yang aku tampilkan. So pasti jepretan dari Mas Anton, Yudas, Ryan (kalau yang ini mungkin dikirim nya next trip, tp thanks buat foto nya pas di bunker hehe peace), Rama, Iva untuk foto uniknya dan paparazi yang lain termasuk tentunya Erma yang aku yakin setelah trip ini muncul dengan jepretan candidnya
  • Ipoeng dengan goyangan bohay nya di jembatan danau Anaek Laot, untung aja tuh nggak jebol saking dahsyatnya gerakan kamu, lain kali jangan diulang ya hehe….sampai sampai Robby ketakutan tuh
  • Foto sesi banyak sekali, tapi yang nggak ada matinya untuk bergaya adalah mbak cantik satu ini Prasti…andai matahari bisa dipindah sementara untuk pemotretan, pastinya akan dipindahklan dulu ya hehe…kidding
  • Lusi, sorry banget ya, trip kali ini nggak bisa motoin underwater dengan apik, karena kendala air yang kurang clear, so next trip janji dah aku akan fotoin lagi….jangan kapok ya minta foto ama aku
  • Ada yang memperhatikan nggak siapa yang paling terharu saat mendengar cerita tentang kejadian Tsunami dari narasumber yang merupakan saksi hidup, Vio jangan sedih lagi ya, hidup dihadapi dengan senyuman
  • Rani teman nya Lusi, thanks banget buat testimoni nya saat acara pembagian doorprice, dukungan kalian serasa aku menjadi idol hehehe…GR banget yoooo…
  • Terimakasih buat arahan gaya dari Pak Iben saat sesi pemotretan malam hari di Masjid Baiturrahman, sehingga hasil fotonya semakin heitsss aja…
  • Dan yang terakhir tapi nggak terlupakan, Hester thanks sudah menghilangkan rasa boring di pesawat saat pulang dan yang pasti bikin lupa kalau liburan sudah selesai, sampai akhirnya kita kecapekan tertawa dan tertidur
sebagai penutup, semoga tulisan ini memberi makna buat semua dan kalau seandainya ada salah kata bisa dikoreksi sekaligus dimaafkan.
SHARE
Previous articleTravel Bloggers Indonesia
Next articleSoto & Pindang Tulang Iga, Bandung
Hidup adalah sebuah perjalanan. Sebuah perjalanan selalu memberikan makna yang mendalam. Percaya atau tidak, datang ke destinasi yang sama sekalipun, kalian akan selalu mendapatkan cerita yang berbeda. Jadi jangan pernah merasa bosan untuk melakukan perjalanan, terus melangkah dan bagikan pengalaman kalian kepada orang lain, layak nya aku seorang KoperTraveler

2 COMMENTS

  1. Ihiy, ceritanya lucu dan menyenangkan!

    Kopertraveler ini tidak hanya baik hati, lucu dan jenaka, dan suka makan, tapi juga banyak cerita cerita menarik..baik destinasi dalam maupun luar negeri.

    Selalu senang denger ceritamu mase,. membuat aku sadar bahwa yang lebih mahal dari uang/materi adalah pengalaman, cerita yang berkesan, kenalan dengan teman baru, dan momen yang berkesan..

    Jadi hidup jalan-jalan & semoga koper nya traveling teruuuuussss..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here