Gunung Galunggung, Tasikmalaya

0
1188
Naik Gunung? Kopertraveler beneran naik gunung, lho emang nya kenapa? Heloooo…nggak ada larangan khan buat siapa saja yang pengen menikmati pemandangan alam seperti layaknya aku pergi ke pantai. Tapi memang sebagian temen kaget juga denger trip kali ini tujuan nya ke Gunung Galunggung, btw kalian nggak usah ikut ikutan kaget ya gaes. Tenang aja, ini adalah bagian dari persiapan untuk pertengahan tahun ini plan buat mendaki Gunung Rinjani yang terkenal keindahan alam nya tapi dengan medan yang cukup berat.
Sebelum berangkat, aku sudah tanya ama temen yang ngajak mengenai rute yang akan ditempuh sampai tujuan akhir nya yaitu lokasi perkemahan. Dari beberapa sumber mengatakan bahwa tidak terlalu sulit, sehingga jadilah cerita ini aku buat.
Sekilas mengenai gunung ini coba aku rangkum ya, tapi nggak panjang panjang Gaes, takut kalian ketiduran hehe…merupakan gunung berapi dengan ketinggian 2.167 meter di atas permukaan laut, terletak sekitar 17 km dari pusat kota Tasikmalaya. Beberapa kali meletus, di antaranya tahun 1822, 1894, 1918 dan terakhir 1982. Letusan gunung berapi kita anggap bencana alam, tetapi kalau diambil hikmahnya di kemudian hari adalah bisa menjadi obyek wisata seperti yg nanti bisa kalian lihat di catatan perjalananku kali ini hehe…catatan githu lho…supaya terdengar lebih keren.
Oiya pendakian Gunung Galunggung merupakan lanjutan dari kunjungan aku ke Kampung Naga, jadi bayar sekali dapat 2 cerita, kesan nya berseri ala ala novel. Sekitar pukul 12.45, mobil Elf yang membawa rombongan berhenti di pelataran parkiran yang cukup luas, semua penumpang diminta turun. Semuanya bergegas keluar dari mobil dan berlarian ke arah sesuka hati masing masing, ternyata mencari spot untuk berfoto. Sama hal nya dengan diriku segera memanfaatkan waktu untuk mencari obyek foto. Mendung menggelantung tak menyurutkan semangat sama sekali.
Papan nama yang sudah pudar dan sekeliling rangka besinya sudah berkarat tertulis Wana Wisata Galunggung dengan gambar di bawahnya dan catatan kaki KAWAH GALUNGGUNG 2,50 KM. Wah lumayan juga jalan kaki dengan tanjakan sejauh itu yang ada dalam benak ku. Di depan mata sudah terlihat jalan beraspal dengan kemiringan yang cukup lumayan, tapi ada yg bikin semangat untuk mendaki nya karena dr kejauhan terlihat papan kayu besar bertuliskan nama Gunung, ini yang sering terlihat saat aku browsing di google, tak menyia nyiakan kesempatan, semuanya bergantian mengambil gambar di depan nya.
Sementara kita mengambil beberapa foto, mobil Elf berjalan ke atas dengan tanpa penumpang, ternyata ini bukan awal penderitaan gaes, karena hanya berjalan menanjak sebentar, perjalanan akan dilanjutkan dengan naik mobil lagi, infonya sampai pelataran parkir berikutnya. Syukurlah…
Sambil berjalan aku melihat ada spot yang menarik buat difoto, tanpa ragu ragu aku meminta tolong salah satu teman untuk mengambil gambar dengan model nya diriku gaes, dan ternyata setelah foto itu jadi dan aku upload di sosmed, banyak komentar seperti tempat shooting film “Twilight”. Eh…bentar bentar kalian tahu khan itu film apa? Jangan jangan cuma manggut manggut tanda tak mengerti hehe… pasti penasaran khan, okay okay aku upload juga di sini…
Tidak berapa lama berjalan, titik air hujan mulai turun satu per satu, kita kembali ke dalam mobil dan menuju lokasi pemberhentian kendaraan yang terakhir. Sempat mengambil beberapa gambar setelah sampai dan sebelum hujan besar datang, untung nya di sini banyak warung warung penjual makanan sehingga bisa berteduh dan mengisi perut yang mulai bernyanyi. Hujan semakin deras justru menambah selera makan semua peserta, dan aku melahap nasi dengan lauk yg seadanya tp terasa enak sekali, gorengan yg masih hangat juga nggak ketinggalan, masih kurang lagi indomie kuah dipesan juga hehe…bener bener kalap….
Untung aja nih setelah dua jam menunggu hujan pun reda, segera berkemas dan siap menaiki anak tangga menuju puncak gunung Galunggung. Jumlah anak tangga sesuai dengan papan nama yang sudah pudar juga sebanyak 620 anak tangga. Perlu tenaga extra juga untuk bisa sampai di atas, sambil sesekali berhenti untuk beristirahat dan kemudian lanjut naik lagi.
Cukup capek juga sih Gaes, tapi jangan kuatir karena setiap perjuangan pasti akan mendapat hasil yang baik, semakin berat perjuangan nya, semakin bagus apa yang kita lihat. Malah pusing khan baca kata kata ku hehe…pokok sesampai di atas yang ada aku hanya berdecak kagum dan berlarian untuk mencari spot foto supaya bisa aku sajikan ke kalian semua. Beberapa gambar yg tertangkap kamera adalah hamparan luas area di bawah yang telah dilalui, jajaran kedai yang berjualan makanan dan minuman, danau bentukan karena letusan gunung Galunggung.
Melihat pemandangan seperti di atas, semua rasa lelah langsung hilang. Tapi jangan senang dulu Gaes, karena ini baru separuh jalan dan saat nya kita melanjutkan perjalanan menuju lokasi perkemahan. Jalanan berpasir rada basah akibat hujan yang sebelum nya harus dilalui, turunan nya cukup tajam sehingga harus lebih berhati hati. 
Sekitar 30 menit melewati jalanan menurun terus, akhirnya sampai juga di padang rumput hijau dangan pemandangan danau. Ini merupakan lokasi perkemahan dan nantinya akan menghabiskan waktu semalam di sini. Kegiatan yang dilakukan adalah segera membangun tenda, sebelum gelap dan hujan takutnya turun lagi. Selain itu, malam penuh keakraban antar peserta terbentuk di sini, kita masak bareng, tukar tukaran kado dan bertukar pengalaman satu dengan yang lain nya. Di samping itu tentunya foto foto tetap jadi kegiatan utama.
Malam telah larut dan ngantuk juga sudah melanda. Masing masing orang masuk ke dalam tenda dan siap siap untuk tidur dan beristirahat, riuh rendah canda tawa berganti dengan suara alam dan dengkuran silih berganti dan nggak usah diragukan lagi akulah pemenang nya.
…..
Pagi menyeruak, tetapi sayang nya cuaca kurang cerah sehingga tidak bisa melihat indahnya sunset. Tapi hal itu tidak menimbulkan kekecewaan yang mendalam karena ada beberapa pemandangan di sekitar danau yang nampak indah juga saat matahari mulai nampak. Aku kembali mengambil beberapa foto yang menarik untuk dilihat, pemandangan danau di pagi hari, tugu yang menjadi monitor atas pergerakan gunung yang masih aktif dan naik ke atas bukit kecil untuk melihat dari atas  danau bentukan Gunung Galunggung
Catatan perjalanan selalu mempunyai kenangan, termasuk perjalanan aku kali, bertemu dengan teman teman baru yang sangat terbuka dan mempunyai toleransi yang tinggi dalam segala hal, Canda tawa menjadi memory yang akan tidak dilupakan dan membuat pengen kembali untuk trip barengan dengan kalian semua. Catatan kaki aku coba ungkapkan di sini….
SHARE
Previous articleKampung Naga, Tasikmalaya
Next articleCurug Cipendok, Cilongok Banyumas
Hidup adalah sebuah perjalanan. Sebuah perjalanan selalu memberikan makna yang mendalam. Percaya atau tidak, datang ke destinasi yang sama sekalipun, kalian akan selalu mendapatkan cerita yang berbeda. Jadi jangan pernah merasa bosan untuk melakukan perjalanan, terus melangkah dan bagikan pengalaman kalian kepada orang lain, layak nya aku seorang KoperTraveler

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here