Geopark Ciletuh lewat Sukabumi

6
159
Geopark Ciletuh
Geopark Ciletuh

Kembali ke alam, itu tujuan perjalanan aku kali ini, kangen akan dingin nya pagi, teriknya matahari dan taburan bintang di malam hari. Geopark Ciletuh menjadi tujuan aku, memang bukan destinasi wisata baru, tapi sudah aku dengar gemanya dari dulu. Beruntung sekali bisa bertemu dengan Aditia yang mau mengantar aku melihat keindahan alam di kawasan Sukabumi sampai Ujung Genteng.

Langit masih gelap, ketika aku duduk di boncengan sepeda motor, yang dikemudikan oleh Adit, menyusuri jalanan dari kota Sukabumi menuju Pelabuhan Ratu, itu yang sempat aku ingat, saat semalam menanyakan rute yang akan kita tempuh. Rasa kantuk masih menggantung, tapi aku berusaha untuk tidak terlelap. Untungnya langit yang tadinya gelap, berangsur berubah warna ketika hendak melewati kawasan Cigaru. Kami berhenti di pinggiran jalan, untuk berisitirahat sejenak, sambil menunggu matahari yang beranjak muncul di ufuk timur.

Geopark Ciletuh
Cigaru

Perjalanan aku lanjutkan kembali, sekitar pukul 7.30 pagi, sudah sampai di Desa Cibitung, Air Terjun Cikaso merupakan tujuan pertama kita, dalam Bahasa Sunda disebut Curug Cikaso, nama curug ini dikenal oleh masyarakat sekitar, dikarenakan aliran airnya berasal dari anak Sungai Cikaso. Ketika sedang memarkir kendaraan, seorang bapak menghampiri kami, dan mengatakan “kalian datang tepat waktu, curugnya masih sepi dan bakalan bisa melihat pelangi”. Wow…ternyata benar saja, untuk masuk ke dalam hanya memerlukan waktu 15 menit dan ketika sampai di dekat air terjun, terlihat semburat pelangi yang diakibatkan percikan air terkena sinar matahari.

Geopark Ciletuh
Curug Cikaso

Setelah puas mengambil gambar di Curug Cikaso, aku menuju Desa Pasiripis yang ada di Kecamatan Surade, harus menuruni jalanan berbatu, kadang bertemu anak tangga dan kemudian tanah datar sedikit berlumpur, ujungnya aku bertemu dengan Curug Cigangsa, yang membuat aku berdecak kagum. Memang aliran air di curug ini tidak terlalu deras, tapi dinding bebatuan nya sangat indah sekali. Rasa hati ingin berlama lama di sini, sayangnya aku harus beranjak pergi, karena masih ada beberapa tempat yang harus aku datangi.

Geopark Ciletuh
Curug Cigangsa

Perjalanan aku lanjutkan dengan tujuan ke penginapan terlebih dahulu, sengaja memilih di dekat pantai Ujung Genteng. Rasa kantuk kembali terasa, beberapa kali mataku terpejam saat berada di boncengan sepeda motor. Kami memutuskan untuk tidur terlebih dahulu di homestay yang telah dipesan sebelumnya.

Sekitar pukul 16.00, sudah bersiap untuk jalan menuju ke Pantai Pasir Putih, hanya sekitar kurang lebih 20 menit, aku sampai di pelataran parkir, dimana banyak orang berjualan makanan dan minuman. Memutuskan untuk langsung berjalan menuju ke arah pantai, cukup lumayan juga, karena lokasi parkirnya ada di bagian bukit.

Pantai Pasir Putih, saat aku berada di sini, tidak terlalu banyak pengunjung, hamparan pasir putih dengan beberapa jejak kaki menjadi pemadangan yang menyenangkan, ombak di pantai ini cukup besar, tidak terlihat satupun orang berenang. Kebanyakan mereka hanya bersantai di pinggiran pantai sambal mengabadikan gambar pemandangan di sini.

Geopark Ciletuh
Pantai Pasir Putih

Aku menghabiskan waktu hingga hari menjelang senja, dan segera beranjak ketika matahari hendak tenggelam. Berpindah ke sisi pantai yang lain, karena memang spot untuk melihat sunset lebih bagus di pantai ini. Namanya Pantai Cibuaya, sambil menunggu fenomena alam yang boleh dibilang tidak selalu bisa didapat, aku memanfaatkan waktu untuk berenang di pinggiran pantai. Hari mulai gelap, aku kembali ke hotel untuk menikmati makan malam dan beristirahat.

Geopark Ciletuh
Sunset di Pantai Cibuaya

Waktu tidur di malam hari terasa begitu cepat, pukul 04.00 aku bersiap untuk memulai perjalanan hari kedua. Sengaja bangun lebih pagi, karena ingin mengambil gambar di bukit teletubies dengan latar belakang matahari terbit. Jarak lokasi tempat wisata ini tidak terlalu jauh dari penginapan, merupakan sebuah lahan padang rumput yang tanahnya bergelombang.

Geopark Ciletuh
Sunrise di Bukit Teletubies

Dari bukit Teletubies, aku kembali naik motor menyusuri jalanan yang menanjak, alias menuju area perbukitan yang lebih tinggi. Hingga sampai di kawasan yang disebut dengan nama Bukit Paninjauan, pasti semuanya akan terlintas dengan kata “tinjau”, benar adanya, karena dari sini kita bisa melihat pemandangan hamparan area Geopark Ciletuh dari ketinggian.

Geopark Ciletuh
Bukit Panenjoan

Setelah puas melihat pemandangan indah Geopark Ciletuh, aku menuju ke air terjun yang punya nama Curug Sodong, tempat wisata ini sangat ramai, karena memang akses nya sangat mudah, dimana dari tempat parkir kendaraan pun, kita sudah terkena percikan air yang dibawa oleh angin. Jadi bisa kebayang khan, kalau air terjun ini pasti akan ramai pengunjung setiap harinya, apalagi saat weekend.

Geopark Ciletuh
Curug Sodong

Mengambil beberapa gambar di Curug Sodong, aku memutuskan untuk kembali meneruskan perjalanan lagi, di tengah jalan beraspal yang sangat mulus, tiba tiba Adit memperlambat laju kendaraan yang kami tumpangi dan berhenti di sebuah padang rumput datar, terlihat di tengahnya ada satu pohon dengan banyak ranting dan sebagian tertutup oleh daun. Ternyata ini dikenal dengan nama Pohon Afgan (nama penyanyi Indonesia idola para wanita), dimana di lokasi ini pernah dilakukan shooting untuk salah satu videoclip lagu Afgan.

Geopark Ciletuh
Pohon Afgan

Selesai foto, langsung pergi lagi, jalanan yang kami lewati menanjak sangat tajam, beberapa kali harus menggunakan “gigi satu”. Tujuan berikutnya adalah Puncak Darma, yang hamper mirip dengan bukit Paninjauan, dimana kita bisa melihat indahnya pemandangan area Geopark Ciletuh, tapi kali ini bagian lautnya. Di sini sangat cocok, sambil menikmati minuman hangat dan gorengan sambil duduk di bale bale yang tersedia.

Geopark Ciletuh
Puncak Darma

Perjalanan aku kali ini ditutup dengan berkunjung ke air terjun lagi, namanya Curug Larangan. Untuk sampai disini, dari parkiran harus berjalan lumayan jauh, sekitar 30 menit, dengan jalur trekking yang sangat aman, hanya memang jaraknya saja yang rada jauh. Seperti biasa, karena masuk ke dalam, keuntungan nya tidak terlalu banyak orang mau ke sini. Selain menikmati indahnya air terjun, di sini aku sekaligus berendam di aliran sungai buangan dari air terjun tersebut, jernih sekali dan sangat nyaman buat merelakskan badan yang seharian berada di jalanan.

Geopark Ciletuh
Curug Larangan

Demikian cerita yang bisa aku bagikan ke kalian, buat yang pengen jalan jalan ke Sukabumi dan lanjut ke Geopark Ciletuh, boleh lho hubungi Aditia, yang memang tinggal di Sukabumi, serta jago moto dan tahu tempat wisata apa saja yang harus dikunjungi selama berada di sana. Btw aku juga ucapin terimakasih, udah ajak aku jalan jalan dan dapat foto foto yang keren.

6 COMMENTS

  1. ah edan, geopark ciletuh ni seru bgt ya,, banyak tempat kereeeen.. beruntung ke air terjun dtgnya msh pagi dan masih sepi.. serasa air terjun pribadi..

    -Traveler Paruh Waktu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here