LIVE ON BOARD buat ketemu KOMODO

8
1225
Labuan Bajo
Live on Board

Kalau ditanya kapan pertama kali aku bertemu dengan Komodo? Jawaban nya tahun 1996. Masih teringat bagaimana perjuangan aku saat itu untuk bisa sampai di Pulau Komodo, menempuh perjalanan darat hampir 2 hari penuh, kemudian dilanjutkan naik kapal pelni selama 7 jam dengan mengalami serangan ombak yang tingginya melebihi dari tinggi kapal yang aku tumpangi. Wow…amazing

Yah 20 tahun berlalu dan di bulan Mei 2016 atas prakarsa dari Asita NTT yang mengajak beberapa blogger dari Travel Blogger Indonesia dalam rangka #ExploretheDiversity salah satunya aku juga ikut serta dalam rombongan. Sejak mendapat konfirmasi aku bakal berangkat ke Labuan Bajo, langsung terbayang bahwa bakal ketemu lagi dengan komodo, tapi kali ini perjalanan jauh lebih mudah, naik pesawat dari Jakarta ke Labuan Bajo dengan transit di Bali.

Banyak yang ingin aku ceritakan tentang kunjungan kali ini, tapi untuk cerita yang pertama aku ingin memberi gambaran kepada kalian yang belum pernah datang ke sini. Sebenarnya apa saja yang bisa dilihat dan menjadi tujuan dari perjalanan yang sebaiknya dilakukan dengan cara Live on Board selama 2 malam 3 hari.
Yukkk…siap bangun pagi dan menuju Pelabuhan Labuan Bajo untuk naik ke dalam Kapal Kayu berbagai ukuran disesuaikan dengan jumlah penumpang yang akan ikutan.

Beberapa tujuan yang bakal dikunjungi selama Live On Board, sesuai dengan rute yang aku jalani adalah sebagai berikut :
(sebagai catatan, kadang bisa saja orang lain memilih rute yang berbeda, meskipun tempat yang dikunjungi bakal sama)

1. Pulau Kelor
Merupakan pulau yang aku singgahi pertama kali setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1,5 jam, sebuah pulau kecil dengan hamparan pasir putih. Di sini beberapa aktifitas bisa dilakukan, antara lain trekking ke puncak bukit untuk melihat pemandangan yang ada di bawah atau sekedar bermain air di pinggiran pantai dan yang sudah tidak sabar melihat keindahan terumbu karang juga bisa snorkeling di pantai ini.

Labuan Bajo
Pulau Kelor, trekking pertama buat pemanasan

Pulau Kelor
Pemandangan dari atas Pulau Kelor

2. Loh Buaya
Nah, ini salah satu pintu masuk untuk melihat komodo dan merupakan pertemuan kedua setelah 20 tahun yang lalu aku juga bertemu dengan kawanan Komodo di sini. Tapi kondisinya sudah beda banget, karena sekarang sudah tertata dan jalur trekking nya lebih bagus. Bahkan sudah ada gapura yang di samping kiri kanan nya nampak patung komodo sedang berdiri. Sebelum trekking, kita akan mendapat penjelasan dari guide, di sini diberi nama Ranger, yang akan menemani kita untuk mengelilingi area pulau ini. Sepanjang perjalanan trekking kita akan dimanjakan dengan pemandangan perbukitan menyerupai padang savana dan ketika sampai di lokasi ketinggian, kita bisa melihat pemandangan laut lepas yang sangat indah dan tentunya akan bertemu dengan Komodo.

Loh Buaya
Pintu Masuk Loh Buaya untuk ketemu Komodo

Loh Buaya
Apakah ini Komodo kecil yang aku temui 20 tahun lalu?

3. Pulau Kalong
Merupakan tempat hampir semua kapal menambatkan jangkarnya dan di sini adalah lokasi untuk aku bermalam. Sampai di Pulau Kalong menjelang senja dan sesuai dengan namanya, pulau ini dihuni oleh banyak kelelawar dan saat matahari hendak terbenam tanpa ada nya aba aba terdengar banyak tepukan tangan atau apapun itu bunyi bunyian yang dilakukan oleh awal kapal dan serta merta diikuti oleh semua wisatawan yang ada di dalam kapal, dan fenomena alam yang sangat indah bisa kita saksikan, dimana ratusan atau ribuan kelelawar terbang dari dalam pulau menuju langit yang mulai menggapai kegelapan.

Pulau Kalong
Tempat bermalam di hari pertama LOB, Pulau Kalong

Pulau Kalong
Fenomena alam yang indah

4. Pulau Padar
Saat terbangun di pagi hari, aku bisa mendengar suara mesin kapal, berarti ini pertanda kapal kayu yang aku tumpangi sudah berjalan menyusuri samudera kembali. Tujuan pertama hari kedua Live on Board adalah Pulau Padar, pulau yang menjadi ikon Taman Nasional Komodo, dan jadi impian para traveler untuk bisa sampai di sini. Kapal besar tidak bisa merapat sampai di bibir pantai, jadi aku ditransfer dengan menggunakan kapal kecil. Di pulau ini kita harus trekking dengan tantangan yang lumayan berat, tapi harus kalian usahakan untuk bisa mencapai puncak, karena semakin kita bisa mencapai ketinggian, semakin kita mendapat pemandangan yang sangat indah. Jangan lupa membawa bekal minuman ketika hendak mendaki.

Pulau Padar
Jalur trekking menuju puncak dari Bukit di Pulau Padar

Pulau Padar
Keindahan Pulau Padar yang amazing

5. Pink Beach
Perjalanan aku lanjutkan, tetap dengan menggunakan kapal kayu bermesin, membutuhkan waktu perjalanan sekitar 1 jam lebih menuju pantai yang mempunyai keunikan dimana pasirnya bewarna merah muda dilihat dari kejauhan dan jika kita ambil dengan meletakkan pasir tersebut ke tangan, akan terlihat jelas pasir putih dengan semburat warna merah. Untuk melihat keindahan lengkungan pantai yang diberi nama Pink Beach ini, kita bisa naik ke atas bukit baik dari sisi kiri maupun sisi kanan.

Pink Beach
Keindahan Pink Beach dari bukit sebelah kiri

Pink Beach
Keindahan Pink beach dilihat dari Bukit sebelah kanan

6. Loh Liang
Hari kedua aku bertemu lagi dengan Komodo melalui pintu masuk yang lain nya, diberi nama Loh Liang, sama halnya dengan Loh Buaya, saat memasuki gapura aku menuju tempat registrasi sambil menentukan untuk jalur trekking yang ada beberapa pilihan, mulai dari yang Super Short, Short, Medium dan Long, bisa ditebak khan apa bedanya? Iya benar, perbedaan nya adalah seberapa jauh jarak trekking yang akan kita pilih. Tapi kesemuanya akan bisa bertemu dengan Komodo. Oiya di Loh Liang, sudah ada penjual makanan dan souvenir, dan salah satu spot untuk mengambil foto adalah Fregata Hill, dimana kita bisa melihat pemandangan dari ketinggian bukit ini.

Loh Liang
Pintu Masuk Loh Liang

Fregata Hill
Fregata Hill, lokasi untuk melihat keindahan pemandangan dari atas

Loh Liang
Ketemu lagi dengan Komodo

LOB hari kedua, menginap di dekat pulau Komodo ini, karena memang dipilih dengan alasan arus di lokasi ini sangat kecil cenderung tenang, sehingga saat tidur pun tidak terganggu oleh pergerakan air laut.

7. Pulau Kanawa
Pulau yang aku kunjungi sebelum balik ke daratan alias Labuan Bajo, Pulau Kanawa merupakan pulau yang sudah dikelola, dimana ada resort dan restaurant di pinggiran pantai. Di sini kita juga bisa snorkeling tidak jauh dari pinggiran pantainya. Kalau masih mempunyai waktu, di sini juga bisa trekking dan banyak yang bilang pemandangan yang terlihat dari ketinggian pulau Kanawa juga indah, sayang nya karena aku hari ini harus balik dengan menggunakan pesawat siang jadinya tidak cukup waktu

Pulau Kanawa
Jembatan panjang menuju area Pulau Kanawa

Pulau Kanawa
Fasilitas yang ada di Pulau Kanawa

Destinasi yang aku sampaikan di atas, adalah masih sebagian, karena ada beberapa tempat wisata lain yang belum sempat aku datangi karena keterbatasan waktu. Seperti yang aku sampaikan di awal, saat kunjungan ke Labuan Bajo aku bersama teman teman blogger yang nantinya akan menyampaikan cerita seru selama di sini dengan versi yang berbeda beda dan bisa kalian baca, penasaran siapa saja mereka? Ini foto nya

Travel Blogger
Teman teman blogger berfoto dengan Ibu Petsy

Berikut cerita dari mereka:

8 COMMENTS

  1. Aku dengar bahwa konon komodo itu bisa berenang pula, dan aku kadang suka ngebayangin gimana kalau lagi enak-enak berenang tiba-tiba ada komodo yang muncul? hahahaha …

    Sampai sekarang aku belum kesampaian untuk ke Labuan Bajo dan Komodo. Pengennya sih kalau kesana sekalian dive trip, kayaknya seru, sekali jalan langsung mengerjakan beberapa kegiatan. Cuma perlu nabung dulu hehe

    Kemarin pas LOB nama kapalnya apa ko?

    • Alooo Bart, kapal di labuan bajo banyak banget dan tinggal pilih mau kapal diving atau LOB saja, tenang kalau pas mau berangkat ke sana aku info kapalnya. Mengenai renang ketemu Komodo, semoga aja jangan ya hehe…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here