Curug Sempong Majalengka

0
24
Curug Sempong
Curug Sempong ( photo @disgiovery )

Susah move on dari trip bareng ayo jalan jalan untuk eksplore Majalengka, bikin aku “gatal” pengen nulis di blog aku terus dan berbagi cerita buat kalian semua. Meskipun ini adalah kali kedua aku ke Kota Angin, tapi banyak tempat wisata yang belum aku datangi, termasuk Curug Sempong yang aku share ke kalian sekarang.

Cuaca cerah di Majalengka hari ini, atau lebih tepatnya bisa aku gambarkan, kalau panas matahari tak segan untuk menembus ke seluruh dinding kulit tubuh aku, bahkan yang tertutup pakaian sekalipun. Kemarau panjang, membawa akibat hujan enggan turun, sehingga terlihat tanah yang sangat kering di pelataran parkir, saat turun dari kendaraan yang aku tumpangi. Oiya, lokasi air terjun ini di Desa Cisempong, Sidamukti, Kec. Majalengka.

Curug Sempong
Pelataran Parkir yang Luas

Untuk masuk ke dalam, sampai ketemu dengan air terjunnya, memerlukan waktu kurang lebih 30 menit ( ini info dari pemandu yang mengantar rombongan ). Jalanan setapak yang masih berupa tanah kering, harus aku lewati. Seandainya, kalian naik sepeda motor, lumayan juga bisa menghemat tenaga hingga separuh jalan.

Curug Sempong
Jalanan setapak

Semakin masuk ke dalam, jalur trekking semakin menguras tenaga, saat hendak menuju ke Curug Sempong, jalanan terus menurun dan sesekali datar, sehingga sudah kebayang, untuk baliknya nanti akan lebih berat, tapi aku anggap ini buat bakar kalori, sebagai pengganti olah raga yang tiap hari aku lakuin.

Curug Sempong
Trekking nya lumayan juga

Benar juga, setelah kira kira 30 menit berjalan, sampai aku di bagian luar air terjun, dimana merupakan aliran sungai, hampir tampak tidak mengalir sehingga  hanya membentuk sebuah kubangan, bagian utama dari air terjun nya belum tampak dari sini, aku harus masuk lebih ke dalam lagi, dan pada jalur ini yang harus sedikit hati hati, karena bebatuan yang akan aku pijak, sedikit licin.

Curug Sempong
Sisi depan air terjun nya

Syukurlah, meskipun dengan jalan pelan dan sedikit merambat, akhirnya aku bisa juga sampai pada area yang paling dekat dengan air Curug Sempong, bahkan berpose di bagian batu yang berwarna kuning ( tampak pada foto ini, tapi tanpa ada akunya ). Oiya, kalau terlihat debit airnya tidak terlalu besar, tentu karena musim penghujan belum datang.

Curug Sempong
Ini air terjun nya

Jadi buat kalian yang ingin berkunjung ke Curug Sempong, sebaiknya pada saat awal musim panas, atau seandainya masih ada hujan, menjelang saat pancaroba, maka Curug Sempong akan lebih bagus. Jangan lupa membawa air mineral, karena sejak dari parkiran mobil, sudah tidak ada orang yang berjualan, gunakan sepatu gunung untuk kenyamanan dan keamanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here